Anda sedang menggulir feed Anda ketika sebuah klip berdurasi 15 detik menarik perhatian Anda. Klip tersebut menceritakan sebuah kisah yang Anda pedulikan. Kisah itu membuat Anda penasaran, membuat Anda ingin menjelajahi halaman tersebut lebih lanjut, dan sebelum Anda menyadarinya, Anda telah menghabiskan satu jam untuk mengamati akun tersebut.
Video pemasaran yang bagus membuat orang berhenti sejenak, menonton, dan mengingatnya.
Itulah mengapa tidak mengherankan bahwa 93% pemasar mengatakan pemasaran video telah memberikan ROI yang baik bagi mereka.
Dalam posting blog ini, kita akan membahas strategi pemasaran video yang tepat untuk kesuksesan startup, mengubah beberapa detik perhatian menjadi hubungan pelanggan yang berkelanjutan. 🤩
🔍 Tahukah Anda? Video terus memberikan hasil yang solid, dengan dua pertiga peserta studi menyatakan ROI meningkat atau tetap stabil. Hampir 50% pemasar melaporkan hasil yang lebih baik, sementara 44% profesional penjualan mengatakan hal yang sama.
Mengapa Pemasaran Video Penting untuk Pertumbuhan Startup
Saat membangun perusahaan, perhatian adalah mata uang yang paling berharga, dan video adalah salah satu cara tercepat untuk menarik perhatian.
Inilah alasan mengapa Anda perlu mengatur alur kerja produksi video:
- Meningkatkan keterlibatan dengan menggabungkan visual dan suara untuk menciptakan pesan yang berkesan dan mengena secara emosional.
- Sederhanakan ide-ide kompleks melalui video penjelasan yang membantu audiens memahami produk teknis atau inovatif dengan cepat.
- Tingkatkan konversi dengan menggunakan video di halaman arahan Anda, mengubah pengunjung pasif menjadi pelanggan aktif.
- Tingkatkan kinerja SEO karena mesin pencari memprioritaskan halaman yang menyertakan video, sehingga menarik lebih banyak lalu lintas organik ke situs Anda.
- Perluas jangkauan dan kredibilitas melalui cerita yang autentik dan dapat dibagikan, yang membangun kepercayaan dan meningkatkan visibilitas di berbagai platform.
- Diversifikasi strategi konten dengan menggunakan video untuk demo produk, penjelasan produk, testimoni, cerita budaya, atau klip edukatif untuk setiap tahap funnel Anda.
- Manfaatkan konten singkat dan konten kreator untuk menonjolkan nilai produk, menampilkan kepribadian merek, dan meningkatkan loyalitas dengan anggaran terbatas.
- Ciptakan dampak yang terukur melalui peningkatan pendaftaran, minat produk, dan berbagi di media sosial.
🧠 Fakta Menarik: Format video pendek (seperti 'Shorts' di YouTube) memiliki jumlah tayangan dan suka per tayangan yang lebih tinggi dibandingkan video reguler. Namun, mereka juga memiliki jumlah komentar per tayangan yang lebih sedikit dan tidak berkinerja sebaik video reguler dalam kategori pendidikan/politik.
📖 Baca Juga: Cara Membuat Kalender Konten YouTube
10 Strategi Pemasaran Video Terbukti untuk Pertumbuhan Startup
Anda telah membangun sesuatu yang bermakna: produk yang memecahkan masalah, tim yang percaya padanya, dan pasar yang siap menerimanya. Anda tidak bisa sekadar membuat klip video dan berharap yang terbaik; Anda harus menerapkan strategi yang terbukti efektif untuk mengubah penonton biasa menjadi pengguna setia.
Jadi… itulah tepatnya yang kami tawarkan di sini! 💁
1. Tentukan tujuan pemasaran video startup Anda
Mulailah dengan menentukan arah sebelum produksi; jangan langsung terjun ke proses pengambilan gambar. Tanyakan pada diri Anda, apa tujuan dari video ini?
Sebelum Anda mulai merekam, tentukan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kesuksesan. Apakah Anda bertujuan untuk meningkatkan pendaftaran, meningkatkan kunjungan situs web, atau mendidik pengguna tentang produk Anda?
📌 Contoh: Sebuah startup manajemen produk baru menetapkan target untuk meningkatkan permintaan demo sebesar 15% dalam 60 hari menggunakan serangkaian video penjelasan singkat. Setiap skrip dan titik ajakan bertindak (CTA) langsung mengarah pada target tersebut.
🔍 Tahukah Anda? Bahkan ide tentang seberapa singkat iklan video bisa dibuat memiliki sejarah: istilah ‘blipvert’ (iklan ultra-singkat) diciptakan dalam serial TV Max Headroom pada tahun 1980-an untuk mewakili iklan yang mungkin hanya berdurasi satu detik.
2. Kenali audiens dan kesesuaian platform Anda
Video Anda ditujukan untuk audiens target tertentu (di tempat yang tepat pula). Mulailah dengan mengidentifikasi di mana audiens target Anda berkumpul dan bagaimana mereka mengonsumsi konten di sana.
📌 Contoh: Sebuah startup SaaS B2B mungkin menemukan audiensnya paling aktif di LinkedIn, di mana video singkat yang berfokus pada wawasan berkinerja terbaik. Sementara itu, startup aplikasi gaya hidup mungkin melihat tingkat keterlibatan yang lebih tinggi di Instagram Reels atau TikTok, di mana narasi visual dan tren mendominasi.
💡 Tips Pro: Buat persona audiens dengan cepat dan hubungkan dengan rencana konten spesifik platform di templat media sosial. Hal ini akan membantu tim Anda menyesuaikan nada, visual, dan durasi video sesuai kebutuhan.
3. Buat cerita merek yang kuat
Alih-alih mencantumkan fitur, bangun narasi seputar masalah yang Anda selesaikan dan orang-orang yang Anda bantu. Untuk memastikan Anda menceritakan kisah Anda, buat storyboard dan skrip untuk setiap video sebelum produksi.
Sebuah kisah band yang hebat:
- Menyoroti masalah dengan poin masalah yang relevan.
- Tampilkan solusi Anda sebagai bintang utama.
- Menjalin koneksi emosional dengan orang-orang.
📌 Contoh: Sebuah startup fashion berkelanjutan mungkin memulai videonya dengan masalah limbah fashion cepat, dilanjutkan dengan cara mereka mendapatkan bahan-bahan etis, dan diakhiri dengan ajakan untuk 'berbelanja secara sadar'. Ini emosional, sederhana, dan bermakna.
🚀 Tips Cepat: Brainstorming kreatif jarang bersifat linier. Papan Tulis ClickUp membantu memetakan cerita Anda secara visual dan saat ide-ide muncul. Gambarkan alur cerita, tambahkan catatan tempel untuk adegan kunci, dan berikan tugas kepada tim kreatif Anda. Hal ini memastikan semua orang, mulai dari penulis hingga editor, tetap sejalan dengan benang merah cerita yang sama.
4. Rencanakan kalender konten video Anda
Konsistensi lebih penting daripada intensitas. Anda tidak perlu membuat video setiap kali inspirasi datang; yang perlu Anda lakukan adalah membuat kalender konten yang selaras dengan siklus peluncuran, kampanye, atau acara Anda. Jangan lupa untuk menyeimbangkan jenis konten.
Padukan demo produk, video tutorial, dan klip di balik layar untuk menarik segmen audiens yang berbeda. Anda juga dapat menyinkronkan peluncuran video dengan peluncuran email, acara, atau promosi penjualan untuk jangkauan yang lebih luas.
📌 Contoh: Sebuah startup pengiriman makanan mungkin merencanakan video mingguan 'Behind-the-Box' yang menampilkan koki sedang bekerja, ulasan pelanggan, dan tips aplikasi, untuk menjaga keterlibatan tetap stabil di berbagai platform.
💡 Tips Pro: Template Kalender Konten ClickUp dirancang untuk membantu Anda merencanakan dan mempublikasikan konten Anda dengan lebih efektif. Template ini menawarkan antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna, memudahkan Anda untuk menyeret dan meletakkan file, menambahkan komentar, serta melacak kemajuan konten Anda.
5. Fokus pada jenis video yang berdampak tinggi
Ketika anggaran dan sumber daya startup Anda terbatas, tidak setiap video layak mendapatkan waktu tayang yang sama. Kunci utamanya adalah fokus pada format yang dapat memberikan jangkauan dan retensi. Titik optimal antara narasi kreatif dan kinerja yang dapat diukur.
Mulailah dengan ide video yang secara alami menarik dan mempertahankan perhatian: video penjelasan, testimoni pelanggan, dan tutorial. Format-format ini menyederhanakan proposisi nilai Anda sambil membangun kredibilitas dengan cepat.
Inilah yang dikatakan data keterlibatan Wistia:

Begini masalahnya: semakin lama video, semakin rendah tingkat keterlibatan. Itulah cara kerja perhatian manusia. Tapi lebih pendek belum tentu selalu lebih baik. Sebuah video tutorial berdurasi 10 menit yang mendalam dalam memberikan nilai dapat mengungguli klip berdurasi 1 menit dalam hal total waktu tonton.
Petunjuk yang jelas: orang akan tetap tertarik saat mereka belajar hal yang bermanfaat. Jadi, apakah itu tips singkat 60 detik atau panduan produk yang detail, tujuannya adalah untuk mengajar sebelum menjual.
📌 Contoh: Sebuah startup dapat merilis serangkaian klip berdurasi dua menit yang menjelaskan fitur-fitur produk, disertai dengan potongan testimoni singkat. Video-video kecil yang sarat nilai ini dapat membangun kesadaran dan minat lebih cepat daripada satu video promosi yang panjang.
6. Optimalkan video untuk jangkauan maksimal
Anggap keterlihatan sebagai bagian dari alur kerja pembuatan konten Anda. Buat video Anda mudah ditemukan dengan menggunakan judul yang jelas, kata kunci yang sederhana, dan thumbnail yang menarik. Pastikan format dan durasi video sesuai dengan platform agar algoritma tidak mengabaikan konten Anda.
Bagikan video Anda di platform media sosial Anda untuk memberikan dorongan ekstra. Ingat, perubahan kecil = jangkauan yang lebih luas tanpa ribet.
Berikut cara untuk memaksimalkan jangkauan:
- Gunakan judul yang didorong oleh SEO: Fokus pada niat pencarian (apa yang sebenarnya diketik oleh audiens Anda) dan jaga agar judul tetap di bawah 60 karakter agar tidak terpotong.
- Tulis deskripsi yang kaya kata kunci: Sertakan kata kunci utama secara alami di baris-baris awal dan tambahkan cap waktu atau tautan sumber untuk video yang lebih panjang.
- Desain thumbnail yang menarik: Gunakan warna kontras, visual yang ekspresif, dan teks minimalis sambil menjaga konsistensi branding.
- Tambahkan ajakan bertindak yang kuat: Arahkan penonton untuk mengambil langkah selanjutnya, seperti berlangganan, mengunjungi, atau mengunduh, dengan prompt di layar atau layar akhir.
- Optimalkan metadata dan tag: Tambahkan kata kunci yang akurat, tag merek, dan kategori yang relevan untuk membantu algoritma mengindeks konten Anda dengan benar.
- Tambahkan teks terjemahan dan transkrip: Tingkatkan aksesibilitas, tingkatkan SEO, dan buat video Anda dapat ditonton tanpa suara.
💡 Tips Pro: Produksi massal beberapa video pendek yang berdampak tinggi dalam satu sesi. Hal ini menjaga konsistensi konten Anda, efisiensi, dan kesiapan untuk penggunaan multi-platform, sambil memaksimalkan setiap detik perhatian audiens Anda.
7. Manfaatkan saluran media sosial secara efektif
Setiap platform media sosial memiliki ritme uniknya sendiri, dan video Anda harus disesuaikan dengan itu. Apa yang berhasil di YouTube mungkin gagal di Instagram, dan apa yang viral di LinkedIn bisa tenggelam di TikTok. Kuncinya? Sesuaikan pesan Anda dengan platformnya.
Berikut beberapa tips:
- Sesuaikan format video Anda: Gunakan video vertikal (9:16) untuk Instagram Reels dan TikTok, dan video horizontal (16:9) untuk YouTube dan LinkedIn.
- Tangkap perhatian sejak awal: Tarik perhatian dalam tiga detik pertama, terutama di platform yang banyak digunakan untuk menggulir seperti Instagram dan TikTok.
- Sesuaikan teks keterangan Anda: Tulis teks keterangan yang sesuai dengan platform: santai dan informal di Instagram, berfokus pada nilai di LinkedIn, dan mengikuti tren di TikTok.
- Posting pada waktu yang tepat: Periksa analitik untuk mengidentifikasi kapan audiens Anda paling aktif dan jadwalkan video sesuai dengan itu.
🤝 Pengingat Ramah: Balas komentar, bagikan klip yang dibuat pengguna, dan pin video terbaik Anda untuk mempertahankan visibilitas.
💡 Bonus: Perlu menemukan skrip demo produk dari tiga minggu lalu atau versi final video peluncuran Anda? Dengan ClickUp Brain MAX, Anda dapat melakukannya dan banyak lagi:
- Cari secara instan di ClickUp, Google Drive, Dropbox, dan semua aplikasi terhubung Anda untuk menemukan file video, skrip, dan brief kreatif dalam hitungan detik—tidak perlu lagi mencari-cari di folder atau bertanya, “Siapa yang punya versi terbaru?”
- Gunakan Talk to Text untuk brainstorming ide video, menugaskan tugas pengeditan, atau memperbarui jadwal produksi dengan suara—tanpa menggunakan tangan saat Anda meninjau rekaman atau menyiapkan syuting berikutnya.
- Gunakan model AI premium seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini dalam satu solusi kontekstual yang memahami tujuan pemasaran video Anda, suara merek, dan kinerja kampanye sebelumnya.

Coba ClickUp Brain MAX — AI yang memahami strategi video startup Anda, preferensi audiens, dan kalender konten. Tinggalkan kerumitan alat AI yang berlebihan hari ini.
8. Manfaatkan kembali dan skalakan video yang sudah ada.
Membuat video baru setiap minggu tidaklah berkelanjutan bagi kebanyakan startup, tetapi pemanfaatan ulang yang cerdas adalah solusinya. Anda sudah memiliki harta karun di arsip Anda; hanya perlu sedikit polesan.
Anda dapat memotong konten berdurasi panjang menjadi potongan-potongan singkat, seperti mengubah webinar atau demo menjadi klip berdurasi 30-60 detik untuk media sosial. Selain itu, mengubah transkrip video berdurasi panjang menjadi konten tertulis yang ramah SEO untuk situs web Anda adalah ide yang bagus.
Dengarkan cerita dari pemimpin tim blog internasional di Wix:
Tidak ada salahnya untuk mengonversi konten panjang Anda menjadi format pendek (seperti Instagram Reels, YouTube Shorts, dll.)—dan sebaliknya. Dengan cara ini, Anda dapat menjangkau orang-orang yang mengonsumsi informasi dengan cara yang berbeda. Ini adalah teknik yang abadi yang memperluas nilai karya Anda.
Tidak ada salahnya untuk mengonversi konten panjang Anda menjadi format pendek (seperti Instagram Reels, YouTube Shorts, dll.)—dan sebaliknya. Dengan cara ini, Anda dapat menjangkau orang-orang yang mengonsumsi informasi dengan cara yang berbeda. Ini adalah teknik yang abadi yang memperluas nilai karya Anda.
🎥 Tonton: Bagaimana cara mempercepat pertumbuhan startup Anda dengan strategi pemasaran yang kuat?
📖 Baca Juga: Generator Video AI Terbaik
9. Pantau metrik keterlibatan dan kinerja.
Data membantu Anda melihat apa yang berhasil, apa yang tidak, dan di mana Anda harus fokus pada upaya berikutnya. Berikut adalah beberapa metrik kinerja yang perlu Anda pantau dalam perangkat lunak manajemen proyek untuk produksi video:
- Jumlah Penayangan: Berapa kali video Anda telah ditonton; indikator dasar jangkauan.
- Waktu Tonton: Jumlah total waktu yang dihabiskan penonton untuk menonton video Anda; sangat dihargai oleh algoritma platform.
- View-Through Rate (VTR): Persentase penonton yang menonton video Anda hingga akhir.
- Retensi: Menunjukkan di mana penonton berhenti menonton, membantu Anda mengidentifikasi momen kuat dan lemah dalam video Anda.
- Durasi Tontonan Rata-Rata: Seberapa lama rata-rata penonton tetap terlibat sebelum meninggalkan video.
- Click-Through Rate (CTR): Mengukur berapa banyak penonton yang mengklik tombol ajakan bertindak, thumbnail, atau tautan setelah menonton.
- Tingkat Keterlibatan: Total interaksi (suka, komentar, bagikan, simpan) relatif terhadap total tayangan atau jangkauan.
- Bagikan di Media Sosial: Seberapa sering video Anda dibagikan, yang meningkatkan visibilitas dan jangkauan organik.
- Tingkat Konversi: Berapa banyak penonton yang menyelesaikan tindakan yang diinginkan (pendaftaran, pembelian, unduhan) setelah menonton.
📌 Contoh: Jika video demo produk Anda memiliki waktu tonton yang tinggi tetapi CTR rendah, CTA Anda mungkin muncul terlalu terlambat; coba letakkan CTA lebih awal dalam video.
🧠 Fakta Menarik: Video bermerek pertama yang benar-benar viral sering dikaitkan dengan seri ‘Will It Blend?’ oleh BlendTec (mulai sekitar tahun 2006). Ide sederhana (CEO menghaluskan objek aneh seperti iPhone dalam video) menunjukkan bagaimana video + humor + kemudahan berbagi = emas pemasaran di era digital.
10. Lakukan iterasi berdasarkan umpan balik dan wawasan.
Anggap setiap unggahan sebagai eksperimen, pelajari dari keberhasilan (dan kegagalan) Anda untuk membuat yang berikutnya lebih baik. Gunakan komentar audiens, grafik waktu tonton, uji A/B, dan analitik platform untuk menyempurnakan pendekatan kreatif, tempo, pesan, dan ajakan bertindak Anda.
Bahkan penyesuaian kecil—seperti mengoptimalkan thumbnail, memperbaiki kalimat pembuka, atau mencoba format baru—dapat menghasilkan perbaikan yang signifikan. Berikut beberapa cara mudah untuk meningkatkan kualitas dengan umpan balik:
- Coba berbagai thumbnail, intro, atau CTA.
- Ajak pengguna untuk memberikan komentar, mengikuti jajak pendapat, atau mengisi survei.
- Bandingkan jenis video, topik, dan tren kinerja setiap bulan.
- Perbarui strategi konten berdasarkan perilaku audiens dan perubahan algoritma platform.
📌 Contoh: Jika video edukatif lebih efektif daripada klip budaya, alihkan 60% jadwal produksi mendatang Anda ke tutorial atau panduan langkah demi langkah.
💡 Tips Pro: Buat format video berulang sejak awal. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti ‘Friday Fixes’ atau ‘Startup Snacks’ dapat membangun konsistensi, dan konsistensi lebih efektif daripada viralitas untuk jangkauan jangka panjang.
🧠 Fakta Menarik: Kampanye "The Force" oleh Volkswagen pada tahun 2011 dirilis di YouTube empat hari sebelum Super Bowl. Kampanye ini menarik 1,8 juta penayangan pada pagi hari Kamis dan 17 juta sebelum kickoff, mengubah sifat iklan Super Bowl dari "iklan TV sekali tayang" menjadi kampanye digital yang sepenuhnya terarah.
Cara Mengelola Alur Kerja Pemasaran Video dengan Efisien
Anda tahu video efektif. Data menunjukkan bahwa konten video meningkatkan keterlibatan, membangun kepercayaan, dan menghasilkan konversi lebih baik daripada teks saja.
Namun, bagi startup, jarak antara "kita harus membuat lebih banyak video" dan benar-benar menghasilkan konten video yang konsisten dan berkualitas terasa sulit untuk dijembatani. Hal ini berarti aset tersebar di berbagai folder, versi hilang dalam thread email lama, tenggat waktu yang mendekat tanpa disadari, dan hambatan persetujuan. Ini disebut Work Sprawl. ClickUp mengintegrasikan seluruh operasi pemasaran video Anda ke dalam satu platform sebagai Converged AI Workspace pertama di dunia.
Perangkat Lunak Manajemen Proyek Pemasaran ClickUp mengintegrasikan semua aplikasi kerja, data, dan alur kerja. Dari konsep awal hingga publikasi akhir, tim Anda dapat merencanakan kalender konten, berkolaborasi pada skrip, melacak jadwal produksi, mengelola aset, dan menganalisis kinerja tanpa perlu beralih antar alat.
Begini cara alat manajemen proyek produksi video ini mengintegrasikan proses ideasi, produksi, dan publikasi dalam satu ruang kerja:
Pengembangan ide kreatif dengan ClickUp Docs
Setiap video yang hebat dimulai dengan ide yang kuat, dan ClickUp Docs memicu kreativitas ini. Dokumen kolaboratif dan dinamis ini memberikan ruang untuk brainstorming konsep kampanye, menyusun naskah, dan menyimpan brief kreatif.

Anda dapat memformat ide-ide Anda dengan header, daftar periksa, embed, dan bahkan mention rekan tim untuk umpan balik instan. Selain itu, karena Dokumen terhubung langsung ke Tugas ClickUp, Anda dapat mengubah ide apa pun menjadi langkah yang dapat ditindaklanjuti.
📌 Contoh: Tim pemasaran Anda menyusun konsep video 'Behind the Startup' dalam dokumen ClickUp. Dari dalam dokumen yang sama, Anda menandai pemimpin desain untuk menambahkan visual storyboard, menugaskan tugas kepada penulis naskah untuk skrip video, dan menghubungkan konsep yang sudah selesai dengan kalender konten Anda.
📮 ClickUp Insight: 45% responden survei kami mengatakan bahwa mereka menjaga tab penelitian terkait pekerjaan tetap terbuka selama berminggu-minggu. Bagi 23% lainnya, tab berharga ini termasuk obrolan AI yang dipenuhi dengan konteks.
Pada dasarnya, sebagian besar orang mengandalkan tab browser yang rapuh untuk menyimpan memori dan konteks. Ulangi bersama kami: Tab bukanlah basis pengetahuan. 👀 ClickUp Brain MAX mengubah permainan di sini. Aplikasi AI super ini memungkinkan Anda mencari ruang kerja Anda, berinteraksi dengan beberapa model AI, dan bahkan menggunakan perintah suara untuk mengambil konteks dari satu antarmuka. Karena MAX berada di PC Anda, ia tidak bersaing untuk ruang tab dan dapat menyimpan percakapan hingga Anda menghapusnya!
Buat alur kerja tugas yang mudah diikuti.
Setelah ide-ide Anda siap, saatnya mengubah kreativitas menjadi rencana yang terstruktur. Pecah setiap proyek video menjadi langkah-langkah yang jelas dan dapat dilaksanakan menggunakan ClickUp Tasks dengan subtugas dan daftar periksa di dalam perangkat lunak pemasaran video.

Anda dapat menetapkan kepemilikan, menetapkan prioritas, menambahkan ketergantungan (sehingga pengeditan tidak dimulai sebelum syuting selesai), dan menggunakan templat tugas untuk menghemat waktu pada jenis video berulang, seperti demo produk atau testimoni.
📌 Contoh: Tim pemasaran startup Anda membuat Tugas untuk setiap fase: Konsep, Persetujuan Naskah, Pengambilan Gambar, Penyuntingan, dan Publikasi, dengan tenggat waktu, penanggung jawab, dan dokumen atau klip yang terlampir. Manajer proyek dapat langsung melihat siapa yang sedang mengerjakan apa, apa yang sudah terlambat, dan apa yang siap untuk direview.
Seorang pelanggan juga berbagi:
Fitur Subtask dan kemampuan untuk mendefinisikan ketergantungan proyek telah menjadi game-changer bagi kami, karena kami sering bekerja pada proyek dengan banyak komponen yang sering kali melibatkan anggota tim kami (atau klien kami). Selain itu, tab Home, yang menawarkan gambaran proyek secara komprehensif, telah sangat membantu dalam menghindari penundaan yang tidak perlu dalam komunikasi atau produksi.
Fitur Subtask dan kemampuan untuk mendefinisikan ketergantungan proyek telah menjadi game-changer bagi kami, karena kami sering bekerja pada proyek dengan banyak komponen yang sering kali melibatkan anggota tim kami (atau klien kami). Selain itu, tab Home, yang menawarkan gambaran proyek secara komprehensif, telah sangat membantu dalam menghindari penundaan yang tidak perlu dalam komunikasi atau produksi.
Tambahkan otomatisasi bertenaga AI dengan ClickUp Brain
ClickUp Brain mempercepat alur kerja pemasaran video Anda dari konsep hingga publikasi.
Gunakan fitur ini untuk menghasilkan skrip video berdasarkan positioning produk Anda, merancang hook yang menarik untuk berbagai platform, atau menyusun deskripsi dan teks keterangan video yang sesuai dengan suara merek Anda.
Perlu mengubah webinar menjadi klip pendek?
ClickUp Brain dapat menyarankan momen-momen penting yang layak ditonjolkan dan menyusun salinan media sosial untuk setiap segmen. Bingung dengan judul video atau thumbnail? Minta Brain untuk menganalisis konten Anda yang paling berhasil dan merekomendasikan cara untuk memperbarui konten tersebut agar sesuai dengan audiens Anda. Lihat di bawah ini bagaimana Anda dapat mengoptimalkan produksi konten video Anda secara keseluruhan dengan AI ClickUp.
Keunggulan sebenarnya: Brain memahami konteks startup Anda karena memiliki akses ke ruang kerja terhubung Anda.
Ia memahami pedoman merek Anda, audiens target, kinerja kampanye sebelumnya, dan pesan produk Anda. Jadi, ketika Anda meminta bantuannya untuk strategi video, Anda tidak mendapatkan saran pemasaran generik—Anda mendapatkan rekomendasi yang disesuaikan dengan apa yang sebenarnya berhasil untuk tim Anda dan apa yang selaras dengan tujuan Anda saat ini.
Selain itu, Brain juga dapat menjadi manajer proyek Anda. Misalnya, jika Anda membuat tugas 'Video Demo Produk', Brain akan secara otomatis menghasilkan kerangka kerja lengkap, termasuk subtugas untuk penulisan skrip, pengambilan gambar, pengeditan, dan publikasi, masing-masing ditugaskan kepada pemilik yang tepat.
Anda bahkan dapat bertanya, ‘Bagaimana status peluncuran video kami berikutnya?’ atau ‘Tugas video mana yang terlambat?’ Dalam hitungan detik, alat pemasaran AI ini merangkum pembaruan, menugaskan pemilik, dan menyoroti potensi hambatan.
🧠 Fakta Menarik: Pada 1 Juli 1941, iklan berdurasi 10 detik untuk Bulova ditayangkan di stasiun TV New York WNBT (sekarang WNBC) sebelum pertandingan baseball. Iklan tersebut berharga sekitar $9, menampilkan jam di atas peta AS, dan diakui secara luas sebagai iklan TV berbayar pertama.
Pastikan alur kerja persetujuan yang lancar dengan ClickUp Clips
Ketika tim Anda perlu berkomunikasi secara visual, ClickUp Clips mengubah thread komentar yang tak berujung menjadi pesan video yang tajam dan jelas.
Alih-alih menulis umpan balik detail tentang pengeditan video atau menjelaskan visi Anda untuk aset kampanye berikutnya, rekam berbagi layar singkat yang menunjukkan persis apa yang Anda maksud.

Misalnya, direktur kreatif Anda dapat merekam sebuah klip yang menjelaskan opsi thumbnail dan menjelaskan mengapa salah satunya lebih efektif.
Setiap klip disimpan secara otomatis ke Clips Hub Anda, menciptakan perpustakaan video yang dapat dicari berisi umpan balik video, arahan kreatif, dan diskusi strategi yang dapat diakses tim Anda kapan saja. Anggota tim baru dapat menonton klip-klip sebelumnya untuk memahami gaya dan standar video Anda, daripada harus mengumpulkan informasi dari pesan-pesan Slack yang tersebar.
🚀 Tips Berguna: ClickUp Brain menyediakan asisten penulisan terintegrasi yang memahami konteks proyek Anda, contoh kit merek, dan alur kerja. Dengan fitur ini, Anda dapat menyusun naskah video, caption media sosial, deskripsi, bahkan merancang alur kerja.
Contoh prompt: Tulis skrip berdurasi 90 detik untuk video testimoni pelanggan startup kami berikutnya. Nada: ramah namun profesional. Sertakan ajakan bertindak yang kuat untuk ‘coba demo gratis’ di akhir.
Otomatiskan alur kerja dengan ClickUp Automations
Saat video berkembang dari tahap ideasi hingga publikasi, proses serah terima manual dapat memperlambat proses. Otomatisasi ClickUp menggunakan Triggers > Conditions > Actions untuk memindahkan Tugas, menugaskan pemilik, mengubah status, dan memposting komentar secara otomatis.

Misalnya, ketika status Tugas 'Pengambilan Gambar' berubah menjadi 'Selesai,' otomatisasi dapat secara otomatis menugaskan 'Penyuntingan' kepada penyunting Anda, menetapkan tanggal jatuh tempo +2 hari, dan memberi tahu pemangku kepentingan. Dengan cara ini, alur kerja produksi video Anda tetap berjalan lancar bahkan saat Anda sedang mengerjakan 10 hal lain.
🚀 Tips Cepat: Meskipun otomatisasi menangani tindakan yang dapat diprediksi dan berbasis aturan, ClickUp Agents membawa kecerdasan adaptif ke alur kerja Anda. Mereka memahami konteks, menganalisis pola, dan membuat keputusan cerdas.
Misalnya, jika editor Anda melewatkan tenggat waktu untuk video demo produk, Ambient Agent dapat secara otomatis memprioritaskan ulang tugas terkait, memberitahu manajer proyek Anda, dan bahkan merangkum pembaruan yang tertunda.
Tambahkan agen AI ke:
- Identifikasi hambatan potensial
- Buat ringkasan cepat dari semua contoh video pelatihan yang sedang berlangsung.
- Rute tugas secara dinamis berdasarkan beban kerja atau keahlian.
Atur jadwal Anda dengan ClickUp Calendar
Publikasi secara konsisten sangat penting untuk pertumbuhan startup. Kalender ClickUp memungkinkan Anda melihat setiap milestone skrip, syuting, pengeditan, dan publikasi dengan sekali pandang.

Dengan sinkronisasi dua arah ke kalender eksternal seperti Google Calendar, setiap pembaruan yang dilakukan di ClickUp akan secara otomatis tercermin di platform terhubung. Anda juga dapat menyeret dan meletakkan tugas antar hari atau minggu untuk menjadwal ulang secara instan, serta memilih tata letak harian, mingguan, atau bulanan sesuai ritme produksi Anda.
Tugas yang diberi kode warna memudahkan untuk mengidentifikasi prioritas, seperti merah untuk ‘Editing,’ hijau untuk ‘Approved,’ dan biru untuk ‘Published.’ Subtugas dengan tanggal jatuh tempo spesifik bahkan muncul sebagai acara terpisah.
💡 Tips Pro: Ketika tenggat waktu ketat, pengingat kustom memastikan semua orang berada di halaman yang sama, mengingatkan tim Anda sebelum syuting besar, peluncuran video, atau tinjauan konten.
Pantau dan ukur dengan Dashboard ClickUp
Setelah video dipublikasikan, Anda perlu memantau kinerjanya, dan Dashboard ClickUp memberikan visibilitas real-time. Anda dapat menambahkan kartu untuk tugas produksi, waktu rata-rata dari skrip hingga publikasi, beban kerja per editor, atau metrik kinerja seperti tingkat keterlibatan dan konversi.

Misalnya, Anda membuat Dashboard bernama ‘Metrik Produksi Video.’
Satu kartu menampilkan delapan video yang sedang dalam proses editing, sementara kartu lain menunjukkan waktu penyelesaian rata-rata 12 hari (naik dari 9 hari pada kuartal sebelumnya).
🔍 Tahukah Anda? 78% konsumen menginginkan merek menggunakan video lebih banyak untuk berkomunikasi dengan mereka. Dan ketika video-video tersebut dipersonalisasi, dampaknya bahkan lebih besar. Video yang dipersonalisasi 3,5 kali lebih mungkin daripada video generik untuk membuat seseorang menjadi atau tetap menjadi pelanggan.
Kesalahan Umum yang Dilakukan Startup dalam Pemasaran Video
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang mungkin Anda lakukan dalam pemasaran video, beserta solusi praktis untuk masing-masing:
| Kesalahan umum | ✅ Solusi |
| Tidak ada tujuan yang jelas atau KPI | Tentukan tujuan video yang spesifik sebelum produksi untuk mengarahkan konten. |
| Mengejar viralitas daripada nilai inti | Fokus pada pembuatan konten yang benar-benar relevan dengan audiens target spesifik. |
| Anggaran yang dialokasikan secara tidak tepat | Investasikan secara memadai dalam strategi, tulis skrip untuk video, dan pastikan distribusi multi-saluran, bukan hanya peralatan. |
| Ketiadaan strategi distribusi | Buat rencana yang jelas untuk memanfaatkan saluran milik sendiri, saluran yang diperoleh, dan saluran berbayar. |
| Pesan yang berfokus pada fitur | Tekankan manfaat dan dampak emosional daripada hanya mencantumkan fitur produk. |
| Pesan yang tidak jelas atau membingungkan | Gunakan bahasa yang sederhana dan bebas jargon yang secara jelas menyampaikan pesan utama. |
| Pacing yang buruk dan hook yang lemah | Tarik perhatian dalam beberapa detik pertama dan pertahankan momentum dengan narasi yang jelas dan penyuntingan yang rapi. |
| Mengabaikan target audiens | Lakukan riset dan sesuaikan video dengan minat, masalah, dan preferensi audiens target yang telah ditentukan dengan jelas. |
‘Pause’ dan ‘Play’ dengan Cerdas: Gunakan ClickUp
Membuat video yang efektif berpusat pada struktur, waktu, dan eksekusi yang cerdas. Ketika skrip, pengeditan, dan jadwal publikasi Anda semua berada dalam satu ruang kerja, pemasaran video menjadi… mudah (ya, berani kami katakan!).
ClickUp, aplikasi serba guna untuk pekerjaan, membuat setiap langkah dalam alur kerja produksi video Anda menjadi efisien. Gunakan ClickUp Docs untuk menulis skrip video, Tasks untuk mengelola tahap produksi, dan Calendar untuk menjadwalkan tanggal publikasi tanpa terlewat.
Pantau kemajuan kampanye melalui Dashboard, dan biarkan otomatisasi ClickUp menangani langkah-langkah berulang. Dan tentu saja, Anda selalu memiliki ClickUp Brain yang mengoptimalkan setiap tahap dengan merangkum pembaruan, memprioritaskan tugas, dan mengubah data menjadi wawasan.
Daftar ke ClickUp secara gratis hari ini! ✅
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Startup sebaiknya memulai dengan video singkat dan jelas yang menjelaskan produk atau layanan mereka, membagikan cerita merek atau pendiri, dan membangun kepercayaan. Jenis video yang efektif meliputi video penjelasan, testimoni pelanggan, demo produk, video tutorial profesional, dan sekilas di balik layar.
Dengan anggaran terbatas, startup dapat memanfaatkan smartphone atau kamera berbiaya rendah serta alat pengeditan gratis atau terjangkau. Fokus pada narasi autentik daripada kualitas produksi yang tinggi. Menggunakan konten yang sudah ada, seperti klip yang dibuat pengguna atau testimoni pelanggan, dapat mengurangi biaya. Berkolaborasi dengan freelancer atau menggunakan animasi sederhana dan templat juga membantu.
Frekuensi posting bergantung pada platform dan audiens, tetapi jadwal yang praktis adalah tiga hingga tujuh posting per minggu di platform seperti Instagram dan Facebook. TikTok mendukung frekuensi yang lebih tinggi dengan empat posting per hari; namun, 3-5 kali seminggu adalah pilihan yang masuk akal.
Pengukuran ROI melibatkan pelacakan tampilan video, metrik keterlibatan, tingkat klik, dan tingkat konversi, serta retensi audiens. Integrasikan analitik video dengan sistem penjualan atau CRM untuk mengaitkan prospek atau penjualan dengan konten video. Indikator tambahan meliputi kesadaran merek, umur, dan generasi prospek.
Alat seperti Filmora, CapCut, dan iMovie dapat menangani pengeditan dengan biaya terjangkau. Namun, jika Anda ingin platform untuk mengelola seluruh alur kerja pembuatan konten video, ClickUp adalah pilihan yang bagus. ClickUp menawarkan alat yang komprehensif untuk mendukung Anda di semua tahap, mulai dari ideasi dan penulisan skrip di ClickUp Docs hingga pengambilan gambar, pengeditan, dan publikasi menggunakan ClickUp Calendar.



