Pukul 09.30 pagi, kalender Anda menunjukkan ‘Rapat Brainstorming Tim’. Anda bergabung di Zoom dengan secangkir kopi di tangan, siap untuk berpikir besar, tetapi malah menghabiskan sepuluh menit pertama menunggu semua orang mematikan mute, berbagi layar, atau menyelesaikan ‘panggilan lain yang sedang ditutup’.
Brainstorming tradisional tidak sesuai dengan cara tim bekerja saat ini. Ide muncul pada jam-jam yang tidak terduga, tim tersebar di berbagai zona waktu, dan tidak semua orang merasa nyaman dalam pertemuan langsung.
Itulah mengapa brainstorming di mana saja dengan ClickUp SyncUp sangat masuk akal. Anda dapat mencatat ide, bereaksi, atau merekam pemikiran saat inspirasi datang (bukan saat tautan rapat menyarankan untuk melakukannya).
Dalam posting blog ini, kami akan menunjukkan cara mengganti sesi brainstorming internal di Zoom dengan ClickUp SyncUp dan mengubah percakapan tersebut menjadi tindakan. 🏁
Mengapa brainstorming lebih baik di SyncUps daripada Zoom: Ringkasan singkat
- Sesi brainstorming Zoom menghambat produktivitas tim karena konflik penjadwalan, hambatan produksi, dan dokumentasi yang buruk, sehingga tidak efektif untuk tim terdistribusi modern.
- ClickUp SyncUps memfasilitasi brainstorming asinkron. Fitur ini memungkinkan tim mencatat ide dan pembaruan langsung dari Lists, Docs View, dan Whiteboard View.
- Semua diskusi tetap terhubung dengan pekerjaan. Dengan setiap SyncUp secara otomatis terhubung ke tugas dan konteks proyek terkait, penggunaan alat yang berlebihan berkurang, dan keseruan pasti bertambah.
- Masukan asinkron meningkatkan kreativitas dan kejelasan, memungkinkan rekan tim untuk memberikan komentar, bereaksi, dan mengembangkan ide sesuai kecepatan masing-masing di berbagai zona waktu.
- ClickUp Brain mengubah brainstorming menjadi eksekusi dengan cepat. Ia merangkum percakapan, mengidentifikasi tindakan yang perlu dilakukan, dan membantu tim beralih dari tahap ideasi ke implementasi tanpa perlu panggilan Zoom lagi.
Masalah dengan Panggilan Brainstorming Tradisional
Brainstorming melalui panggilan langsung dulu masuk akal ketika tim bekerja di ruang yang sama dan menggunakan papan tulis. Namun, alur kerja yang terdistribusi saat ini membutuhkan cara untuk bertukar dan mengembangkan ide tanpa gangguan, gesekan penjadwalan, atau kehilangan momentum.
Inilah yang membuat panggilan brainstorming tradisional kurang efektif. 👇
1. Suara-suara yang bersaing melemahkan diskusi
Dalam panggilan langsung, hanya satu orang yang dapat berbicara pada satu waktu, yang menyebabkan hambatan kognitif yang dikenal sebagai produksi yang terhambat.
Saat satu anggota tim berbicara, yang lain kehilangan fokus atau ragu untuk menginterupsi. Tambahkan kepribadian dominan atau suara senior yang mengarahkan diskusi, dan brainstorming menjadi monoton.
🔍 Tahukah Anda? Ide tentang sesi brainstorming kelompok dipopulerkan oleh Alex F. Osborn (seorang eksekutif periklanan) dalam bukunya tahun 1953 berjudul Applied Imagination. Ia menciptakan istilah ‘brainstorming’ (teknik kreativitas kelompok) dan menetapkan aturan seperti ‘tunda penilaian,’ ‘terima ide-ide liar,’ dan ‘kembangkan ide orang lain.’
2. Penundaan penjadwalan menghambat kemajuan
Mencari slot waktu yang cocok untuk semua tim, zona waktu, dan jadwal kreatif adalah mimpi buruk. Penundaan penjadwalan ini sering menghambat proyek yang membutuhkan masukan dan iterasi cepat.
Dan bahkan ketika semua orang hadir, kelelahan Zoom mulai terasa. Selain itu, rapat yang panjang dan berturut-turut membuat orang merasa lelah secara mental dan kurang termotivasi. Alih-alih memicu kreativitas, rapat-rapat tersebut justru memperpanjang jadwal dan mengurangi momentum sebelum pelaksanaan proyek bahkan dimulai.
3. Tekanan dan kepatuhan membatasi kreativitas
Sesi brainstorming tradisional cenderung menghambat kreativitas daripada memicunya. Banyak peserta menahan diri karena rasa takut akan penilaian (takut dievaluasi), yang membuat mereka enggan berbagi ide-ide berani atau belum matang di hadapan rekan kerja atau pimpinan.
Orang lain hanya 'menumpang' dalam sesi ( social loafing ), menganggap orang lain akan berkontribusi cukup. Seiring waktu, tim cenderung condong ke ide-ide 'aman', dan groupthink mulai menguasai, di mana beberapa saran pertama mendominasi diskusi, meninggalkan sedikit ruang untuk inovasi yang sejati.
💡 Tips Pro: Coba teknik brainstorming SCAMPER dalam sesi berikutnya untuk meningkatkan kreativitas tim Anda. Mulailah dengan mempertanyakan ide Anda:
Apa yang dapat Anda ‘Ganti,’ ‘Gabungkan,’ atau ‘Sesuaikan?’ Bisakah Anda ‘Modifikasi’ atau ‘Perbesar’ untuk dampak yang lebih besar? Mungkin ‘Gunakan’ untuk tujuan baru, ‘Hapus’ apa yang tidak menambah nilai, atau ‘Ubah urutan’ alurnya untuk hasil yang segar. Ini adalah cara sederhana namun kuat untuk mengubah ide biasa menjadi solusi inovatif.
4. Catatan yang hilang mengganggu tindak lanjut
Setelah panggilan berakhir, sebagian besar wawasan hilang. Kecuali ada yang secara manual mendokumentasikan setiap pemikiran, tidak ada tempat terpusat di mana ide-ide tersebut disimpan atau berkembang. Meskipun Zoom memungkinkan perekaman pertemuan dasar, file-file tersebut sering tersembunyi di folder cloud dan tidak dilengkapi dengan transkrip yang dapat dicari atau alat tindak lanjut yang dapat diimplementasikan.
Kekurangan visibilitas ini menyebabkan pengulangan, ketidakpedulian, dan keraguan terhadap nilai panggilan brainstorming di masa depan.
📮 ClickUp Insight: ClickUp menemukan bahwa 47% pertemuan berlangsung selama satu jam atau lebih. Tapi apakah semua waktu itu benar-benar diperlukan? Alasan keraguan kami? Hanya 12% responden kami menilai pertemuan mereka sebagai sangat efektif.
Melacak metrik seperti jumlah tindakan yang dihasilkan, tingkat tindak lanjut, dan hasil dapat mengungkapkan apakah pertemuan yang lebih lama benar-benar memberikan nilai.
Alat manajemen rapat ClickUp dapat membantu di sini! Dengan mudah catat poin-poin tindakan selama diskusi menggunakan AI Notetaker, ubah menjadi tugas yang dapat dilacak, dan pantau tingkat penyelesaiannya—semua dalam satu ruang kerja terpadu. Lihat rapat mana yang benar-benar menghasilkan hasil dan mana yang hanya menghabiskan waktu tim Anda!
Apa Itu ClickUp SyncUp, dan Mengapa Ini Merupakan Cara yang Lebih Baik untuk Brainstorming?

ClickUp SyncUp adalah alat pertemuan dan kolaborasi yang didukung AI yang memungkinkan Anda memulai panggilan audio atau video secara instan langsung dari ruang kerja ClickUp Anda.
Anda dapat memulai SyncUp dari obrolan langsung (DM) atau saluran (Channel) ClickUp, untuk membahas ide, berbagi pembaruan, atau menetapkan langkah selanjutnya. Setiap rekaman tetap terhubung dengan pekerjaan yang terkait, sehingga diskusi berubah menjadi hasil yang jelas dan dapat dilacak.
Inilah mengapa ini adalah cara ideal untuk brainstorming. 👀
1. Menghubungkan diskusi dengan proyek dan tugas
SyncUps memungkinkan Anda untuk memulai panggilan, merekam pembaruan, atau membagikan ide langsung dalam percakapan ruang kerja Anda (Channels dan DMs). Hal ini memastikan semua diskusi, ide, dan umpan balik tetap berada di tempat yang sama dengan pekerjaan Anda, sehingga tidak ada yang hilang di "lubang hitam".

Dengan cara ini, setiap percakapan terhubung dengan tugas tertentu, dan semua orang yang "Mengikuti" saluran tersebut atau "Mengikuti" tugas tersebut memiliki konteks lengkap. Oleh karena itu, jika seorang pemimpin ingin mengidentifikasi hambatan pada Tugas A, mereka dapat mengakses riwayat percakapan dengan mudah. Tidak ada waktu terbuang untuk menginformasikan semua orang tentang perkembangan terbaru.
Untuk brainstorming asinkron, lewati panggilan langsung dan rekam ClickUp Clip mandiri untuk mempresentasikan ide atau berbagi umpan balik. Rekam juga sesi brainstorming, teknik ideasi, atau pembaruan tim Anda.

Anda bahkan dapat memberikan komentar langsung pada video, menambahkan catatan berwaktu, dan melanjutkan percakapan secara asinkron. Kemudian, Anda dapat menyisipkan klip langsung ke Docs, Comments, atau Chat. Tim Anda mendapatkan umpan balik sesuai waktu mereka sendiri, dan Anda mendapatkan waktu kembali dalam sehari.
🎥 Tonton: Pertemuan virtual telah berkembang jauh melampaui sekadar panggilan video.
Dalam panduan ini, kami membandingkan platform pertemuan virtual terbaik—mulai dari platform klasik seperti Zoom dan Google Meet hingga platform baru yang didukung AI yang dirancang untuk kolaborasi yang sesungguhnya.
Apa yang akan kita bahas ⬇️
- ClickUp vs. Zoom vs. Google Meet vs. Microsoft Teams vs. lainnya: kelebihan & kelemahan
- Platform pertemuan online berbasis AI yang baru sedang mengubah cara kerja jarak jauh.
- Alat terbaik untuk kolaborasi hybrid, workshop, presentasi, dan tinjauan asinkron.
- Bagaimana fitur AI seperti ringkasan otomatis, penghilangan noise, dan daftar tindakan bekerja
- Jika Anda sering menghadiri rapat (atau menghindarinya), alat-alat ini akan mengubah cara Anda bekerja.
2. Mendukung pemikiran mendalam tanpa gangguan
Brainstorming tradisional menempatkan tekanan pada orang untuk berpikir cepat dan berbicara. SyncUp mengubah dinamika tersebut. Anggota tim dapat meninjau ide saat mereka siap, membalas thread SyncUp, dan kemudian mengubah balasan tersebut menjadi tugas.
Dengan cara ini, semua orang dapat mengembangkan ide satu sama lain secara asinkron.
Sebagai alternatif terbaik untuk Zoom, ClickUp memberikan waktu yang dibutuhkan bagi pemikir introvert dan analitis untuk refleksi yang lebih mendalam, menghilangkan hambatan produktivitas dan rasa takut akan penilaian. Semua orang berkontribusi secara setara, dan hasil akhirnya adalah kumpulan ide yang lebih kaya dan beragam.
3. Kemampuan untuk merujuk pada diskusi dan berpikir kritis setelahnya
Berbeda dengan panggilan Zoom konvensional, SyncUp menjaga sesi brainstorming tetap berjalan dan dapat diakses jauh setelah panggilan berakhir. Saat direkam, setiap video, catatan, dan keputusan disimpan di ruang kerja yang sama tempat proyek Anda berada. Dengan demikian, selalu menciptakan arsip kemajuan kreatif.
Alih-alih terbatas pada satu slot pertemuan terjadwal, tim Anda dapat terus menambahkan ide, komentar, dan tanggapan saat inspirasi datang.
💡 Tips Pro: ClickUp Brain, asisten AI bawaan platform ini, menghubungkan tugas, dokumen, obrolan, dan aplikasi terhubung Anda untuk memastikan konteks. Fitur ClickUp AI Enterprise Search memungkinkan Anda mengakses informasi dalam hitungan detik hanya dengan perintah bahasa alami yang sederhana.
Misalnya, jika Anda telah absen selama seminggu, Anda dapat meminta Brain untuk mendapatkan detail pertemuan dan tindakan yang perlu dilakukan dari SyncUp minggu lalu.

Bagaimana Cara Melakukan Brainstorming Asinkron Menggunakan ClickUp SyncUp?
Tim kreatif, pemasaran, dan produk merasa terbebani oleh pertemuan real-time yang menghambat momentum, memecah keputusan, dan menyembunyikan inspirasi dalam rekaman yang tidak pernah dibuka kembali.
Jelas bahwa model lama brainstorming langsung tidak sesuai dengan kecepatan atau fleksibilitas yang dibutuhkan tim modern. Itulah mengapa banyak tim beralih ke ClickUp.
ClickUp adalah ruang kerja AI terintegrasi pertama di dunia , menggabungkan semua aplikasi kerja, data, dan alur kerja.

Dengan SyncUp, ide-ide tidak hilang setelah pertemuan—mereka langsung terintegrasi dengan tugas, dokumen, komentar, dan ringkasan yang didukung AI. Hasilnya? Alur kerja yang lebih cepat, jelas, dan kreatif.
Pada akhirnya, ClickUp menghilangkan semua bentuk Work Sprawl untuk memberikan 100% konteks dan satu tempat bagi manusia dan agen untuk bekerja sama.
Jika Anda ingin mengurangi jumlah pertemuan, mempercepat proses brainstorming, dan membuat setiap pembaruan menjadi tindakan yang dapat dilaksanakan, berikut cara mengganti sesi brainstorming internal Zoom Anda dengan ClickUp SyncUp. 🧩
Langkah #1: Buat daftar brainstorming di ClickUp
Mulailah dengan membuat Daftar ClickUp. Ini berfungsi sebagai pusat ide Anda, di mana setiap Tugas ClickUp dapat mewakili konsep baru, kampanye, atau fitur produk. Di sini, Anda harus menghubungkan Saluran Obrolan sebelum memulai SyncUp. Di sudut kiri atas tampilan, klik Tambahkan Saluran.

Gunakan ClickUp Custom Fields untuk mengelompokkan ide berdasarkan tema, prioritas, atau tujuan, tambahkan tag untuk penyaringan cepat, dan tetapkan kolaborator agar semua orang tahu di mana harus fokus.

Misalnya, Anda dapat menambahkan:
- Jenis ide: Pilih dari opsi seperti Desain, Konten, Fitur Produk, atau Konsep Kampanye
- Tingkat dampak: Berikan penilaian terhadap potensi nilai setiap ide sebagai Tinggi, Sedang, atau Rendah.
- Skor kelayakan: Gunakan skala numerik (1-5) untuk menilai seberapa praktis atau seberapa banyak sumber daya yang dibutuhkan oleh suatu ide.
- Target audiens: Tentukan siapa yang dituju oleh ide ini (misalnya, Pengguna Baru, Klien Perusahaan, atau Generasi Z)
🚀 Tips Ramah: Jika tim Anda lebih suka format visual, buka ClickUp Whiteboard yang terhubung ke daftar yang sama. Ini menyediakan ruang bersama dan interaktif di mana semua orang dapat membuat papan ide untuk brainstorming secara real-time, melihat perubahan satu sama lain secara langsung, dan berkontribusi ide secara bersamaan.

Gunakan alat desain berpikir seperti bentuk, catatan tempel, penghubung, dan gambar bebas tangan untuk memetakan ide atau alur kerja dengan jelas. Di sini, Anda dapat membuat dan menghubungkan Tugas atau Dokumen ClickUp, mengubah bentuk atau catatan menjadi tugas yang dapat dieksekusi tanpa meninggalkan kanvas.
Langkah #2: Mulai SyncUp untuk mendiskusikan ide-ide Anda
Setelah daftar brainstorming atau papan tulis Anda siap, rekam SyncUp untuk berbagi pemikiran awal, arah kreatif, atau tinjauan desain dengan rekan tim Anda.
Begini caranya:
1. Mulai SyncUp langsung dari:
- Sebuah Tugas (untuk membahas ide spesifik)
- Sebuah dokumen (untuk membahas brief kreatif)
- Papan Tulis (untuk menampilkan ide-ide yang terhubung secara visual)

2. Klik ikon rekam di bilah alat SyncUp untuk merekam sesi Anda

Tambahkan peserta dengan membagikan tautan SyncUp atau mengundang mereka dari sidebar jika siapa pun dapat bergabung atau berkolaborasi secara real-time.
📖 Baca Juga: Contoh Peta Pikiran – Apa Itu Peta Pikiran?
Langkah #3: Ajak partisipasi asinkron dari tim jarak jauh
Sekarang setelah SyncUp Anda telah direkam, saatnya tim untuk berpartisipasi secara asinkron, terlepas dari zona waktu atau jadwal mereka.
Begini cara Anda dapat memaksimalkan kolaborasi asinkron:
1. Akses rekaman (Clip) dari Clips Hub setelah SyncUp Anda selesai.

2. Salin tautan rekaman publik dan bagikan di saluran obrolan Anda, atau tag rekan tim secara langsung. Siapa pun yang memiliki akses dapat menonton rekaman tersebut sesuai kenyamanan mereka.

Tim kemudian dapat:
- Balas komentar yang sudah ada, tambahkan komentar baru pada waktu tertentu, atau berikan reaksi dengan emoji.
- Rekam klip pendek mereka sendiri sebagai tanggapan, tambahkan umpan balik visual atau ide alternatif.
- Tambahkan catatan, gambar, atau file langsung ke tugas yang terhubung.

Di sini, ClickUp Chat juga berperan, memudahkan untuk terus mengembangkan ide, baik tim Anda sedang brainstorming secara langsung maupun memberikan masukan berjam-jam kemudian.

Begini cara Chat membantu Anda tetap terhubung dan terorganisir:
- Organisasikan diskusi berdasarkan topik atau proyek dengan percakapan berurutan, sehingga umpan balik dan tugas tindak lanjut mudah dilacak.
- Tag rekan tim atau seluruh tim dengan @mentions dalam setiap tugas baru untuk langsung memberitahu mereka dan menarik perhatian mereka pada pembaruan penting.
- Berkomunikasi secara pribadi menggunakan Pesan Langsung untuk sinkronisasi cepat satu lawan satu atau buat saluran khusus Channels untuk kampanye, klien, atau proyek.
Dan untuk membuatnya lebih menyenangkan, Anda dapat menambahkan emoji kustom ke obrolan Anda, menambahkan kepribadian dan energi ke setiap percakapan.
Langkah #4: Kelompokkan Tugas ClickUp dengan tag atau status
Setelah ide-ide mulai masuk, atur mereka sehingga tim Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi prioritas dan langkah selanjutnya.

Gunakan Status Kustom ClickUp untuk menentukan posisi setiap ide dalam alur kerja Anda. Setiap tugas memiliki status tunggal, memberikan tim Anda gambaran yang jelas tentang kemajuan.
Contoh:
🟢 Menjanjikan: Layak untuk dieksplorasi lebih lanjut
🟡 Perlu Dibahas: Membutuhkan masukan dari kelompok
🔵 Dalam Proses: Dipilih untuk pengembangan
Tag Tugas ClickUp menambahkan lapisan konteks tambahan, membantu Anda mengkategorikan ide-ide di luar tahap alur kerja mereka. Tag ini sempurna untuk mengelompokkan tugas berdasarkan tema, audiens, atau prioritas, seperti:
- #Q1Initiative: Ide yang terkait dengan tujuan kuartalan
- #DesignSprint: Tugas yang relevan dengan tim desain
- #PrioritasI: Konsep yang memerlukan perhatian segera
💡 Tips Pro: Gunakan Prioritas Tugas ClickUp untuk mengkategorikan ide-ide tersebut berdasarkan tingkat urgensi berikut: Rendah, Normal, Tinggi, dan Mendesak. Dengan cara ini, tim Anda tahu apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Anda juga dapat menambahkan deskripsi tugas yang detail.
Langkah #5: Ringkas hasil dengan ClickUp Brain
Setelah semuanya selesai, gunakan AI untuk brainstorming. Kemampuan manajemen proyek ClickUp Brain membantu merangkum poin-poin penting, mengorganisir ide, dan mengembangkan diskusi kreatif menjadi langkah-langkah konkret yang dapat dilaksanakan.

Misalnya, setelah sesi brainstorming, jalankan ringkasan pada daftar 'Brainstorming List' Anda untuk langsung melihat ide mana yang ditandai sebagai 'Berpotensi' atau 'Dalam Proses'.
Dan ketika ide membutuhkan sentuhan visual, deskripsikan konsep dalam teks dan biarkan alat AI menghasilkan mockup atau visual cepat langsung di dalam Task atau Doc Anda. Misalnya, tim pemasaran Anda dapat brainstorming slogan kampanye dan menghasilkan beberapa variasi gambar untuk tata letak iklan atau posting media sosial untuk memvisualisasikannya secara instan.

💡 Tips Pro: Manfaatkan ClickUp Brain di dalam obrolan dan komentar Anda untuk tetap terupdate. Anda dapat menggunakan fitur Catch me up untuk merangkum seluruh thread obrolan atau melihat apa yang telah terjadi sejak terakhir kali Anda memeriksa. Ini sempurna untuk anggota tim yang bergabung dalam diskusi terlambat atau bekerja di zona waktu yang berbeda.
Manfaat Mengganti Sesi Brainstorming Zoom dengan ClickUp SyncUp
Penelitian menunjukkan bahwa karyawan beralih antara aplikasi sebanyak 1.200 kali sehari, membuang hampir 4 jam seminggu hanya untuk kembali fokus.
Dan karena kurang dari 28% alat terintegrasi, tim jarak jauh sering kali mengulang pekerjaan yang sama di berbagai sistem. Platform seperti Zoom, meskipun bagus untuk panggilan, menambah kerumitan alat yang berlebihan. Setelah setiap pertemuan Zoom baru, Anda kembali harus mengelola catatan, tugas, dan file di aplikasi lain, yang mengganggu konteks.
Dan beberapa dari kita kesulitan beralih konteks, berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain, lalu kembali ke pekerjaan.
Berikut adalah beberapa manfaat utama menggunakan ClickUp SyncUp daripada Zoom untuk meningkatkan produktivitas tim:
- Hindari perpindahan konteks dengan ruang kerja terpadu: Lakukan SyncUps langsung di dalam ClickUp untuk mengubah ide-ide rapat menjadi Tugas yang dapat dilacak secara instan.
- Otomatisasi catatan rapat: Biarkan ClickUp Brain menangani dokumentasi proyek untuk Anda. Masukkan transkrip SyncUp ke dalam alat tersebut, atau Anda dapat menggunakan tombol Catch me up di ClickUp Brain, dan biarkan alat tersebut membuat konten terkait di ClickUp Docs dengan menampilkan tindakan, keputusan, dan wawasan yang telah dipetakan.

- Menjaga pengetahuan yang berkelanjutan: Simpan, cari, dan ambil klip pertemuan sebelumnya, catatan brainstorming, atau pembaruan proyek secara instan menggunakan Manajemen Pengetahuan AI ClickUp, sehingga informasi institusional mudah diakses dan digunakan kembali.
- Dapatkan kejelasan yang didukung AI dengan ClickUp BrainGPT : Bekerja lebih cerdas dengan aplikasi desktop ini, yang menggabungkan AI, pencarian, dan aplikasi terhubung dalam satu pengalaman yang terintegrasi. Anda dapat bekerja tanpa menggunakan tangan dengan perintah Talk-to-Text yang diaktifkan suara dan mengintegrasikan ClickUp dengan model AI premium seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude dari satu antarmuka.

Contoh Penggunaan Nyata untuk Brainstorming Asinkron di ClickUp
Berikut cara tim-tim berbeda dapat menerapkan ClickUp:
1. Ideasi tim global
Ketika tim Anda tersebar di berbagai zona waktu, brainstorming asinkron memastikan tidak ada ide yang terlewat. Buat daftar bersama di mana semua orang dapat mencatat ide saat inspirasi datang.
Misalnya, tim produk yang tersebar di APAC, EMEA, dan AS dapat mengumpulkan permintaan fitur sepanjang waktu dan meninjaunya secara bersama-sama nanti. Penggunaan status kustom seperti ‘Berpotensi’ atau ‘Dalam Proses’ membantu melacak kemajuan ide dengan jelas.
🔍 Tahukah Anda? Penelitian lain menunjukkan bahwa lingkungan fisik dan psikologis sangat berpengaruh: 'kenyamanan' ruang rapat (pencahayaan, suhu, kenyamanan) memengaruhi 'keamanan psikologis' dan karenanya produktivitas.
2. Perencanaan konten dan pengembangan kampanye
Bagi tim pemasaran dan kreatif, brainstorming asinkron memastikan ide terus mengalir secara berkelanjutan. Gunakan ClickUp Lists untuk mengumpulkan tema kampanye, ide blog, atau konsep media sosial. Anggota tim dapat menandai konten berdasarkan topik atau audiens, menambahkan referensi, atau melampirkan visual untuk konteks.
Nantinya, tim dapat menggunakan ClickUp Brain untuk merangkum diskusi dan mengidentifikasi tema-tema yang berulang untuk merencanakan kampanye berikutnya.

📖 Baca Juga: 6 Contoh dan Strategi Pemetaan Proses
3. Retrospeksi sprint dan perbaikan proses
Retrospeksi asinkron memberi ruang bagi semua orang untuk merenung secara jujur. Setelah sprint, rekan tim dapat mencatat hal-hal yang berjalan baik, yang tidak berjalan baik, dan yang dapat ditingkatkan dalam daftar bersama.
Dan saat waktunya untuk retro IRL (secara langsung), masuk ke Channel tim Anda untuk memulai SyncUp.
Dalam hal ini, Anda juga dapat mengandalkan ClickUp AI-Notetaker yang andal. Alat ini merekam, menerjemahkan, dan merangkum pertemuan, mengidentifikasi poin-poin tindakan kunci dan langkah selanjutnya.

4. Kolaborasi lintas fungsi
Ketika berbagai departemen perlu bersepakat, brainstorming asinkron menjaga masukan tetap terorganisir. Tim seperti Penjualan, Dukungan, dan Produk dapat menggunakan Daftar Bersama untuk mencatat masalah pelanggan atau permintaan fitur saat muncul.
Tag dan Bidang Kustom membantu mengelompokkan dan memprioritaskan ide-ide ini berdasarkan urgensi, area produk, atau segmen pelanggan. Nantinya, pemangku keputusan dapat menyaring berdasarkan tag untuk menentukan ide mana yang akan dimasukkan ke dalam peta jalan produk.
Inilah yang dikatakan Ansh Prabhakar, Analis Peningkatan Proses Bisnis di Airbnb, tentang ClickUp:
ClickUp menawarkan banyak fitur dalam satu platform, seperti manajemen proyek, opsi brainstorming, manajemen tugas, perencanaan proyek, manajemen dokumentasi, dan lain-lain. Platform ini telah mempermudah pekerjaan secara signifikan karena mudah digunakan, antarmuka pengguna yang dirancang dengan baik, dan kolaborasi antar tim serta dengan tim lain menjadi lebih mudah. Kami dapat mengelola pekerjaan dengan lebih baik, melacak dan melaporkan pekerjaan dengan mudah, serta berdasarkan kemajuan harian, perencanaan masa depan menjadi lebih mudah.
ClickUp menawarkan banyak fitur dalam satu platform, seperti manajemen proyek, opsi brainstorming, manajemen tugas, perencanaan proyek, manajemen dokumentasi, dan lain-lain. Platform ini telah mempermudah pekerjaan secara signifikan karena mudah digunakan, antarmuka pengguna yang dirancang dengan baik, dan kolaborasi antar tim serta dengan tim lain menjadi lebih mudah. Kami dapat mengelola pekerjaan dengan lebih baik, melacak dan melaporkan pekerjaan dengan mudah, serta berdasarkan kemajuan harian, perencanaan masa depan menjadi lebih mudah.
5. Tantangan inovasi dan hackathon
ClickUp dapat mendorong inovasi perusahaan secara asinkron. Adakan hackathon virtual dengan membuat daftar khusus di mana peserta dapat memposting konsep, melampirkan prototipe, dan memberikan suara menggunakan reaksi emoji atau komentar.
Sekali lagi, ClickUp Brain dapat merangkum ide-ide terbaik atau menghasilkan ringkasan cepat untuk membantu penyelenggara menyaring submission. Semua orang dapat berpartisipasi, terlepas dari lokasi atau jadwal.
👀 Tahukah Anda: Selama periode tiga tahun, organisasi yang menggunakan ClickUp mencapai perkiraan 384% return on investment (ROI), menurut Forrester Research. Organisasi-organisasi ini menghasilkan sekitar US $3,9 juta dalam pendapatan tambahan melalui proyek-proyek yang diaktifkan atau ditingkatkan oleh ClickUp.
6. Rapat standup asinkron dan peluncuran proyek
Tidak semua pertemuan awal memerlukan panggilan Zoom. Mulailah proyek baru dengan membuat thread obrolan bersama di mana anggota tim dapat memposting tujuan, hambatan, dan pertanyaan mereka secara asinkron.
Kemudian, biarkan ClickUp Brain mengumpulkan tema-tema umum dan tujuan utama, memberikan Anda ringkasan siap pakai untuk pertemuan tim berikutnya.
💡 Tips Pro: Gunakan sesi brainstorming yang terstruktur. Teknik Brainwriting 6-3-5 (juga dikenal sebagai 'Metode 635') dikembangkan pada tahun 1968 oleh Bernd Rohrbach. Enam peserta menulis tiga ide dalam lima menit; bergantian dan ulangi. Dalam 30 menit, Anda mendapatkan 108 ide.
Praktik Terbaik untuk Kesuksesan Brainstorming Asinkron
Brainstorming asinkron bekerja paling baik ketika ada kejelasan, struktur, dan partisipasi terbuka. ClickUp menyediakan semua alat yang tepat, tetapi cara Anda menggunakannya yang membuat perbedaan.
Berikut adalah beberapa praktik terbaik untuk membantu tim Anda berkolaborasi dengan baik:
- Tentukan tujuan yang jelas: Tetapkan agenda dan tujuan pertemuan yang jelas sebelum memulai sesi brainstorming. Di dalam ClickUp Doc, tambahkan prompt singkat atau pernyataan masalah agar semua orang tahu topik pembahasan.
- Sertakan semua zona waktu: Dorong kontribusi dari rekan tim global dengan membagikan rekaman SyncUp atau menandai mereka secara langsung. Ini memungkinkan semua orang berbagi ide sesuai kenyamanan mereka tanpa perlu khawatir tentang jadwal pertemuan.
- Jadikan umpan balik mudah diakses dan inklusif: Ajak komentar, reaksi emoji, atau respons singkat Clip pada ide-ide tertentu, sambil menjaga percakapan tetap terstruktur untuk mempertahankan konteks.
- Dokumentasikan langkah-langkah selanjutnya dengan jelas: Tugaskan tugas, catat kepemilikan, dan rincikan tindakan tindak lanjut di ClickUp Docs setelah keputusan diambil.
- Tinjau dan sempurnakan ide secara berkala: Jadwalkan pertemuan asinkron untuk melacak kemajuan, meninjau ide, dan menyempurnakannya seiring perkembangan proyek, menjaga siklus kreatif tetap terbuka dan berkelanjutan.
- Tetapkan jendela respons: Tetapkan batas waktu yang jelas untuk masukan (misalnya, meminta rekan tim untuk menambahkan ide mereka hingga Jumat) untuk menjaga momentum dan mencegah diskusi terhenti.
- Seimbangkan masukan tertulis dan visual: Gabungkan ide berbasis teks dengan visual, mockup, atau diagram dalam peta pikiran Anda untuk konsep yang kompleks atau abstrak.
- Rayakan kontribusi: Akui ide-ide hebat secara publik melalui reaksi emoji, pujian, atau tanggapan singkat. Penguatan positif membangun kepercayaan diri kreatif.
- Integrasikan dengan alat eksternal lainnya: Gunakan integrasi Zoom dan ClickUp untuk memulai rapat dari ClickUp Tasks, merekam secara otomatis, dan melampirkan catatan di mana ide-ide dibahas.

🔍 Tahukah Anda? Salah satu platform konferensi online pertama untuk pengambilan keputusan kelompok dan pengembangan ide adalah Electronic Information Exchange System (EIES). Sistem ini dikembangkan antara tahun 1974 dan 1978 di New Jersey Institute of Technology untuk memfasilitasi komunikasi asinkron dan pemecahan masalah secara kolektif.
Ide Besar Anda Berikutnya Dimulai dengan SyncUp
Brainstorming tidak perlu menguras energi tim atau ruang kalender Anda. Mengapa harus menggunakan Zoom ditambah 10 aplikasi lain saat Anda bisa melakukannya semua di ClickUp? Dengan ClickUp SyncUps, semua yang Anda butuhkan untuk menangkap, mendiskusikan, dan bertindak atas ide-ide berada di bawah satu atap.
ClickUp Chat menjaga kolaborasi tetap dalam konteks. ClickUp Brain melacak setiap ide dan mengubah yang terbaik menjadi brief kreatif. Dan ClickUp Clips memungkinkan Anda berbagi pemikiran secara asinkron tanpa perlu memblokir kalender lagi.
Jadi sebelum sesi brainstorming Zoom cepat Anda berikutnya berubah menjadi pertemuan dua jam lagi, daftarlah ke ClickUp secara gratis dan jadikan setiap ide berharga. 💭
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Ya. SyncUp memungkinkan tim untuk brainstorming melalui panggilan video atau audio instan di dalam ClickUp, dengan setiap ide, catatan, dan item tindakan secara otomatis terhubung ke Channel atau percakapan pesan langsung.
Anda dapat berbagi layar dalam SyncUp atau membagikan tautan ke ClickUp Whiteboard di thread SyncUp. Tonton rekaman pertemuan atau kunjungi kembali thread-nya untuk referensi di masa mendatang.
Jaga agar durasinya kurang dari 30 menit. Sesi singkat dan terfokus membantu tim tetap kreatif tanpa kelelahan, terutama saat catatan asinkron dan tindak lanjut dilanjutkan di ClickUp.
Ubah ide-ide terpilih menjadi Tugas ClickUp, kategorikan berdasarkan prioritas atau pemilik, dan tinjau kemajuan melalui tampilan atau Dashboard.
Ya. Anda dapat memulai panggilan dari tampilan Whiteboard atau Doc yang ditambahkan ke Daftar, Folder, atau Ruang yang memiliki Saluran yang terkait dengannya. Untuk mengaitkan Saluran dengannya, pengguna harus pergi ke tampilan di Daftar, Folder, atau Ruang, dan klik "Tambahkan Saluran" di pojok kiri atas.
