Cara Mengubah Onboarding 30 Hari Menjadi Sprint 3 Hari

Empat dari lima karyawan percaya bahwa proses onboarding yang lebih kuat akan secara signifikan memperpanjang masa kerja mereka dalam suatu peran.

Lalu, mengapa proses onboarding masih memakan waktu 30 hari bagi banyak tim?

Karena sebagian besar proses onboarding dirancang seperti tur. Tumpukan dokumen, kalender penuh dengan pertemuan perkenalan, dan daftar periksa yang panjang yang tidak ada yang benar-benar bertanggung jawab. Karyawan baru menghabiskan berminggu-minggu mencoba memahami bagaimana pekerjaan berjalan, siapa yang menyetujui apa, dan bagaimana keputusan dibuat.

Panduan ini menunjukkan cara mengubah onboarding 30 hari menjadi sprint 3 hari dengan membaginya menjadi hasil mikro yang jelas, menunjuk pemilik untuk setiap sprint, dan mendorong karyawan baru untuk menghasilkan sesuatu yang nyata secepat mungkin.

Apa Itu Sprint Onboarding 3 Hari?

Proses onboarding sprint 3 hari adalah periode intensif, terfokus, dan terstruktur secara waktu (biasanya tiga hari pertama kerja) yang dirancang untuk mengintegrasikan karyawan baru ke dalam perusahaan, tim, peran, dan alur kerja dengan cepat.

Ini adalah pendekatan terstruktur yang terinspirasi dari terminologi agile/Scrum, di mana 'sprint' adalah iterasi singkat yang berorientasi pada tujuan—tetapi diterapkan pada proses onboarding karyawan.

Dan jika Anda penasaran bagaimana caranya, inilah penjelasannya:

  • Hari 1: Konteks + akses: Dapatkan alat, izin, dokumen penting, perkenalan tim, dan pemahaman yang jelas tentang tanggung jawab peran dan cara mengukur kesuksesan.
  • Hari 2: Alur Kerja + Harapan: Pelajari bagaimana pekerjaan sebenarnya berjalan (proses, serah terima, persetujuan), kenali pemangku kepentingan utama, dan selaraskan prioritas, standar, dan cara kerja.
  • Hari 3: Kontribusi pertama: Selesaikan sebuah hasil kerja kecil namun nyata (perbaikan, draf, analisis, daftar periksa, proyek kecil), ditambah rencana tertulis untuk 2–4 minggu ke depan.

Mengapa Onboarding Tradisional Memerlukan 30 Hari (Dan Mengapa Itu Tidak Perlu)

Onboarding tradisional sering memakan waktu 30 hari karena dirancang berdasarkan ketersediaan, persetujuan, dan pengendalian risiko, bukan kecepatan mencapai kompetensi. Mari kita lihat beberapa alasan utama lainnya mengapa onboarding tradisional memakan waktu 30 hari:

  • Akses dan pengaturan menjadi hambatan: Izin alat, perangkat keras, persetujuan keamanan, dan modul pelatihan tertunda di belakang alur kerja IT dan admin, sehingga minggu pertama bisa berlalu sebelum pekerjaan sebenarnya dimulai.
  • Kontekstual tersebar: Informasi penting hampir selalu tersebar di berbagai dokumen, obrolan, dan pikiran orang-orang. Karyawan baru menghabiskan waktu mencari jawaban atau bertanya hal yang sama berulang kali karena tidak ada sumber informasi yang terpusat.
  • Pelatihan tidak berbasis peran: Banyak program mengandalkan gambaran umum perusahaan yang luas dan modul wajib yang tidak sesuai dengan apa yang perlu dilakukan oleh karyawan dalam dua minggu pertama mereka.
  • Manajer mengelompokkan tugas onboarding: Alih-alih mengikuti urutan yang ketat, manajer menyisipkan proses onboarding di sela-sela rapat, yang mengakibatkan sesi tersebar selama beberapa minggu dan menunda pengambilan keputusan.
  • Umpan balik terlalu lambat: Jika pengecekan dilakukan mingguan, kesalahpahaman dapat berlanjut selama berhari-hari, dan hambatan kecil dapat berubah menjadi penundaan berhari-hari.

❌ Mengapa tidak boleh

30 hari seringkali merupakan gejala dari urutan yang buruk. Sebagian besar peran dapat menjadi produktif secara berarti jauh lebih awal jika Anda memampatkan jalur kritis: alat + konteks + tanggung jawab pertama + umpan balik cepat. Dan untuk melakukannya, Anda membutuhkan perangkat lunak onboarding karyawan yang kuat dan alat yang tepat yang mengompres alur kerja yang sudah mapan menjadi sesi terfokus dan terbatasi waktu selama 3 hari.

Cara Mengompres Proses Onboarding 30 Hari Menjadi Sprint 3 Hari

Lupakan siklus onboarding yang panjang! Mari kita bahas cara membuat karyawan baru siap bekerja dalam waktu yang jauh lebih singkat 👇

Hari 1: Konsolidasikan semua pengetahuan onboarding dalam satu ruang kerja.

Tujuan pada hari pertama adalah memberikan karyawan baru Anda satu tempat terpusat dan dapat dicari untuk semua yang mereka butuhkan. Pusat informasi ini harus mencakup semua dokumen yang relevan dengan minggu-minggu pertama mereka.

Ini termasuk:

  • Kebijakan HR dan buku panduan karyawan
  • Prosedur Operasional Standar (SOP) yang spesifik untuk tim
  • Panduan untuk mengakses alat-alat penting
  • Diagram organisasi perusahaan dan tim
  • Kontekstualisasi proyek-proyek saat ini
  • Bahan pelatihan yang disesuaikan dengan peran

Untuk menghubungkan semua informasi perusahaan Anda ke bagian utama alur kerja, gunakan ClickUp Docs. Ini adalah pusat onboarding yang hebat di mana Anda dapat mengorganisir konten ke dalam halaman bertingkat, menstandarisasinya dengan templat Doc, dan mengelola semuanya dari satu pusat Docs Hub.

Sentralisasikan konten onboarding dengan halaman bertingkat, templat, dan Docs Hub menggunakan ClickUp Docs

Anda juga dapat mengubah halaman-halaman terpenting menjadi wiki yang terverifikasi, sehingga orang-orang langsung tahu SOP atau kebijakan mana yang merupakan sumber kebenaran yang terbaru.

Panduan onboarding karyawan di ClickUp
Panduan onboarding karyawan di ClickUp

💡 Tips pro: Aktifkan ClickUp Enterprise Search agar karyawan baru dapat menemukan jawaban kapan saja dengan bantuan AI. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menggunakan AI Command Bar untuk mencari dengan kata kunci atau mengajukan pertanyaan langsung, dan langsung menuju dokumen, tugas, file, atau thread yang tepat tanpa perlu berganti tab.

Temukan jawaban dengan cepat di seluruh dokumen, tugas, file, dan percakapan dengan ClickUp Enterprise Search

Hari 2: Otomatiskan pertanyaan berulang dari karyawan baru dengan AI

Gallup melaporkan bahwa 12% karyawan di AS menggunakan AI setiap hari dan 26% menggunakannya setidaknya beberapa kali seminggu. Kurva adopsi ini penting untuk onboarding karena sebagian besar pertanyaan karyawan baru bersifat dapat diprediksi, dapat diulang, dan sensitif terhadap waktu.

Solusinya adalah memperlakukan pertanyaan sebagai alur kerja onboarding yang prioritas utama. Buat satu titik masuk 'Bantuan untuk karyawan baru', lalu biarkan AI menangani lapisan respons pertama untuk pertanyaan umum: akses alat, kebijakan cuti, konvensi penamaan, norma rapat, dan cara mengirimkan pekerjaan di sistem Anda.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah 👇

  • Tulis pertanyaan yang sudah Anda terima (pertanyaan asli dari email dan DM) dan ubah menjadi FAQ yang terus diperbarui.
  • Tambahkan jalur keputusan untuk hal-hal yang memerlukan intervensi manusia. Misalnya: ‘Jika Anda memerlukan akses ke X, isi formulir ini, tandai pemiliknya, waktu penyelesaian yang diharapkan adalah Y’
  • Gunakan AI sebagai layanan pelanggan cepat untuk menjawab, merangkum, dan mengarahkan ke halaman sumber yang tepat, lalu eskalasikan hanya jika benar-benar tidak jelas.

Pada tahap ini, Anda membutuhkan solusi yang menghilangkan pergantian konteks dan membawa pencarian universal ke ujung jari Anda. Dapatkan kekuatan itu dan lebih banyak lagi dengan ClickUp Brain.

Jadi, ketika seorang karyawan baru mengajukan pertanyaan yang wajar, Brain dapat memberikan detail relevan dari konten Workspace Anda dan kemudian mengarahkan mereka ke dokumen atau tugas yang mendasarinya sehingga mereka dapat memverifikasinya dan mengambil langkah selanjutnya.

Dapatkan jawaban yang sesuai dengan konteks tentang pekerjaan Anda dengan ClickUp Brain
Dapatkan jawaban yang sesuai dengan konteks tentang pekerjaan Anda dengan ClickUp Brain

Ini juga menghilangkan waktu yang terbuang untuk membaca thread panjang hanya untuk memahami apa yang telah berubah. Karyawan baru dapat merangkum aktivitas tugas untuk mengejar ketinggalan apa yang terjadi dalam deskripsi, komentar, dan bahkan subtugas, lalu mengubah ringkasan tersebut menjadi tindakan selanjutnya tanpa perlu meminta seseorang untuk menjelaskan sejarah.

📮 ClickUp Insight: Jika semua tab terbuka Anda hilang akibat crash browser, bagaimana perasaan Anda? 41% responden survei kami mengakui bahwa sebagian besar tab tersebut sebenarnya tidak penting. Itu adalah contoh kelelahan dalam pengambilan keputusan: menutup tab melibatkan terlalu banyak keputusan dan terasa membingungkan. Jadi, kami memilih untuk tetap membuka semuanya🏃🏽‍♀️ daripada memilih mana yang harus disimpan. 😅

Sebagai mitra AI ambient Anda, ClickUp Brain secara otomatis menangkap semua konteks kerja Anda. Misalnya, jika Anda sedang mengerjakan tugas penelitian tentang model LangChain, Brain sudah siap untuk mencari informasi di web tentang topik tersebut, membuat tugas dari informasi tersebut, menugaskan orang yang tepat, dan menjadwalkan pertemuan untuk diskusi awal. Coba ClickUp Brain secara gratis.

Hari ke-3: Gunakan AI Notetaker untuk merekam dan berbagi konteks pelatihan.

Panduan, sesi pelatihan, dan pertemuan informal 1-on-1 terjadi secara terus-menerus selama onboarding. Biasanya, konteks berharga tersebut hilang begitu pertemuan berakhir.

Hari ketiga berfokus pada pembuatan sistem untuk menjaga memori institusional ini. Sebuah asisten AI dapat secara otomatis mengikuti rapat-rapat ini, merekamnya, dan menyediakan transkrip lengkap serta ringkasan. Hal ini membantu karyawan baru saat ini untuk meninjau apa yang telah mereka pelajari dan mengulang materi tersebut jika ada yang terlupakan.

Dan bagi pekerja pengetahuan dan tim HR, hal ini menghemat waktu mereka dari harus menghadiri banyak pertemuan setiap hari dengan sederet pertanyaan yang seharusnya sudah dijelaskan sejak hari pertama.

💡 Tips Pro: Gunakan transkrip AI untuk mengidentifikasi bagian-bagian sesi pelatihan yang paling banyak menimbulkan pertanyaan atau kebingungan berdasarkan kepadatan percakapan. Jika segmen 5 menit menghasilkan 15 pertanyaan klarifikasi, itu adalah tanda bahwa Anda perlu memperbaiki dokumentasi atau pendekatan pelatihan untuk topik tersebut.

Tapi siapa yang mau menggunakan alat pencatat yang tidak terintegrasi dengan sistem kerja Anda? Atasi hal itu dengan ClickUp AI Notetaker. Alat ini dapat secara otomatis bergabung dalam panggilan onboarding, merekam sesi, dan menghasilkan dokumen yang mencakup transkrip yang dapat dicari, ringkasan yang rapi, poin-poin penting, dan tindakan yang perlu dilakukan.

Dapatkan catatan rapat Anda secara otomatis diubah menjadi tugas dengan ClickUp AI Notetaker
Rekam panggilan onboarding dan buat transkrip yang dapat dicari, ringkasan, dan daftar tindakan dengan ClickUp AI Notetaker

Semua ini terintegrasi sepenuhnya dalam ruang kerja Anda, jadi Anda tidak perlu membuka tab lain hanya untuk menonton ulang rekaman video.

Ini juga memastikan konteks tetap dapat diakses setelah pertemuan berakhir. Karyawan baru dapat mengajukan pertanyaan kepada ClickUp Brain tentang catatan pertemuan mereka, seperti ‘Apa langkah-langkah untuk meminta akses alat?’ dan mendapatkan jawaban yang didasarkan pada catatan tersebut.

😮‍💨 Siapa yang mau menonton video berdurasi 30 menit hanya untuk satu jawaban!

Pertanyaan yang Sering Diajukan: Apa itu fitur Sprint Points di ClickUp?

Di ClickUp Sprints, Sprint Points adalah perkiraan upaya bawaan yang Anda tambahkan ke tugas-tugas sehingga rencana sprint Anda mencerminkan beban kerja. Alih-alih memprediksi berapa lama sesuatu akan memakan waktu, Anda memberikan nilai poin (seperti 1, 2, 3, 5, 8) untuk menunjukkan upaya relatif.

Perkirakan upaya dengan Sprint Points pada tugas menggunakan ClickUp Sprints

Contoh: Jika sprint Anda memiliki 10 tugas tetapi hanya 3 di antaranya adalah tugas '8-point', Anda dapat langsung melihat di mana beban sebenarnya, meskipun jumlah tugas terlihat wajar.

Siapa yang Bertanggung Jawab atas Sprint 3 Hari (Petunjuk: Bukan Hanya HR)

Kesalahan umum adalah menganggap bahwa onboarding sepenuhnya menjadi tanggung jawab HR.

Meskipun HR dan People Ops sangat penting dalam membangun kerangka kerja, onboarding sprint yang efektif memerlukan kepemilikan bersama di seluruh organisasi.

Inilah gambaran model kepemilikan bersama:

Pihak TerkaitTanggung Jawab
HR/People OpsMembangun dan memelihara pusat onboarding utama, menetapkan struktur sprint, dan mengumpulkan umpan balik.
Manajer PerekrutanMemberikan konteks yang spesifik sesuai peran, mendefinisikan tugas-tugas minggu pertama, dan mengadakan pelatihan khusus.
Anggota TimBagikan 'pengetahuan internal,' jawab pertanyaan spesifik bidang, dan contohkan alur kerja tim.
IT/OpsPastikan akses ke semua alat yang diperlukan telah disediakan dan tangani pengaturan teknis sebelum hari pertama.

Pendekatan lintas fungsi ini sangat efektif karena memungkinkan AI menangani tugas-tugas berulang yang bernilai rendah, sehingga tim Anda dapat fokus pada interaksi manusia yang bernilai tinggi dan benar-benar penting.

Praktik Terbaik untuk Proses Onboarding Bertenaga AI

Menjalankan sprint 3 hari yang sukses juga membutuhkan kebiasaan yang tepat. Praktik terbaik ini akan membantu Anda memaksimalkan nilai alur kerja onboarding yang didukung AI dan memastikan hasilnya bertahan lama.

✅ Siapkan konteks sebelum hari pertama

Jangan biarkan tindakan pertama karyawan baru pada hari pertama adalah pencarian informasi yang panik. Berikan mereka keunggulan dengan memberikan akses ke pusat onboarding sebelum mereka bahkan masuk untuk pertama kalinya. Ini sering disebut sebagai pre-boarding.

Bagikan paket selamat datang yang mencakup:

  • Sebuah pesan selamat datang dari CEO dan manajer mereka
  • Diagram organisasi interaktif dan profil tim
  • Jadwal mereka untuk minggu pertama
  • Petunjuk untuk menyiapkan akun kunci
  • Bahan bacaan penting yang perlu dibaca sebelumnya

Template Daftar Periksa Onboarding ClickUp memberikan urutan tugas yang siap dijalankan, mencakup semua bimbingan yang dibutuhkan karyawan baru sebelum hari pertama mereka.

Hal ini juga membantu Anda membagi proses onboarding menjadi perspektif yang berbeda, yang berguna saat Anda ingin menghindari membebani karyawan baru dengan banyak tugas sekaligus.

Intinya, program ini mencakup:

  • HR: Pelatihan kode etik dan kepatuhan, dokumen penting (buku panduan, tautan intranet), serta manfaat dan pendaftaran.
  • Manajer: Misi perusahaan, budaya, dan tonggak pencapaian
  • IT: Pengelolaan email, peralatan, dan pengaturan akses.

…dan lebih banyak lagi seiring berjalannya waktu.

✅ Biarkan AI menangani pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Di mana saya bisa menemukan…?’

Kuatkan kebiasaan untuk selalu bertanya kepada AI terlebih dahulu. Sistem onboarding yang didukung AI bekerja paling efektif ketika menjadi pilihan default untuk menjawab pertanyaan umum dan berulang. Ajak seluruh tim Anda, bukan hanya karyawan baru, untuk mengandalkan sistem ini.

Biarkan insinyur senior, manajer produk, dan desainer Anda tetap dalam keadaan fokus sementara ClickUp Brain menangani pertanyaan tentang pedoman merek, pemesanan ruang rapat, atau kontak gaji. Karyawan baru merasa berdaya dan mandiri, dan produktivitas tim Anda tetap terjaga.

✅ Integrasikan umpan balik ke dalam setiap hari sprint

Satu-satunya cara untuk memastikan proses onboarding Anda terus membaik seiring waktu adalah dengan membangun umpan balik yang konsisten. Sprint 3 hari berjalan cepat, jadi Anda perlu melakukan pengecekan secara berkala untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak.

  • Pengecekan harian: Obrolan singkat 15 menit di akhir setiap hari untuk melihat hambatan apa yang dihadapi oleh karyawan baru.
  • Survei sprint: Survei singkat di akhir hari ketiga untuk mengumpulkan umpan balik terstruktur tentang pengalaman keseluruhan.
  • Sebuah retrospeksi 30 hari: Pertemuan tindak lanjut setelah sebulan untuk melihat celah pengetahuan yang masih ada.

Otomatiskan pengumpulan umpan balik dengan mengintegrasikan ClickUp Forms langsung ke dalam alur kerja onboarding Anda.

Gunakan ClickUp Forms untuk mengotomatisasi pengumpulan umpan balik

Ketika seorang karyawan baru menyelesaikan tugas onboarding terakhirnya, formulir dapat muncul secara otomatis untuk meminta umpan balik mereka. Setiap pengiriman bahkan dapat menciptakan tugas baru di ClickUp untuk tim HR tinjau, memastikan bahwa wawasan berharga tersebut ditindaklanjuti.

Bangun Proses Onboarding Sprint yang Dapat Diulang oleh Tim Anda dengan ClickUp

Pendekatan sprint 3 hari efektif karena memberikan kejelasan cepat kepada karyawan baru.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, Anda membutuhkan satu tempat di mana panduan onboarding disimpan dan tetap diperbarui. ClickUp memudahkan Anda untuk mengemas proses onboarding menjadi dokumen dan templat yang dapat digunakan ulang, lalu menggunakan AI untuk menyempurnakan instruksi, merangkum perubahan yang terjadi, dan menjaga setiap sprint tetap berjalan tanpa perlu pengecekan manual yang terus-menerus.

Lakukan onboarding seperti serangkaian sprint singkat dan jelas, dan kabut 30 hari akan hilang dengan cepat. ✅

Mulai gunakan ClickUp secara gratis hari ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Rencana 30 hari adalah jadwal berbasis waktu untuk penyampaian informasi, sedangkan sprint 3 hari adalah sistem yang dirancang untuk menghilangkan hambatan. Tujuan sprint bukanlah untuk terburu-buru, tetapi untuk menggunakan sentralisasi dan kecerdasan buatan (AI) guna menghilangkan waktu yang dihabiskan karyawan baru dalam mencari konteks dan mengajukan pertanyaan berulang.

Ya, pendekatan ini seringkali bahkan lebih efektif untuk tim yang tersebar. Pendekatan ini bergantung pada dokumentasi asinkron yang kuat dan layanan mandiri yang didukung AI, yang mengurangi ketergantungan pada bimbingan langsung (seperti yang biasanya dilakukan oleh manajer dan HR) dan membuat lokasi karyawan baru tidak relevan dengan kesuksesan mereka.

Sprint 3 hari dirancang untuk mencakup pelatihan dasar, bukan untuk mencapai penguasaan peran yang lengkap. Peran teknis atau strategis yang kompleks secara alami memerlukan fase pelatihan tambahan yang spesifik, dan membuat karyawan baru merasa sepenuhnya siap dan berhasil dapat memakan waktu berminggu-minggu. Namun, sprint memastikan bahwa mulai hari keempat, karyawan baru sudah mandiri dan produktif, bukan masih kesulitan mencari informasi dasar.