ClickUp (Best for internal team productivity and task agents)
AI dan Otomasi

Cara Membuat Asisten AI Sendiri (Contoh Penggunaan & Alat)

Asisten AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian kita, mulai dari menggunakan asisten rumah untuk mencari resep hingga memeriksa restoran terdekat di ponsel pintar kita.

Faktanya, diperkirakan ada lebih dari 8,4 miliar asisten AI yang digunakan saat ini — jumlah yang hampir melebihi populasi dunia! 👀

Saat ini, asisten-asisten ini tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan. Mereka membantu dalam pembuatan konten, otomatisasi alur kerja, dan banyak lagi. Namun, ada kendalanya: asisten obrolan yang tersedia secara umum tidak cocok untuk kebutuhan spesifik Anda.

Itulah mengapa kini lebih penting dari sebelumnya untuk mengetahui cara membuat asisten AI Anda sendiri. Dan kami siap membimbing Anda!

Di akhir blog ini, Anda tidak hanya akan tahu cara membuat asisten obrolan sendiri sesuai kebutuhan spesifik Anda, tetapi kami juga akan memberikan alternatif yang lebih cerdas dan mudah yang menghilangkan semua tebak-tebakan!

⏰Ringkasan 60 Detik

  • Asisten AI adalah aplikasi AI berbasis obrolan yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas terkait pekerjaan dan pribadi
  • Asisten ini memanfaatkan Machine Learning dan Pemrosesan Bahasa Alami untuk memahami pertanyaan dalam bahasa sehari-hari dan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu
  • Anda dapat membuat asisten AI sendiri dengan perencanaan yang matang dan pelatihan model
  • Sebagai aplikasi serba guna untuk pekerjaan, ClickUp menawarkan asisten AI bawaan yang terintegrasi langsung ke ruang kerja Anda
  • Anda dapat memanfaatkan fitur ClickUp Brain untuk dengan mudah melakukan tindakan yang spesifik untuk proyek, seperti membuat dokumen, memeriksa kemajuan, dan sebagainya.

Apa itu Asisten AI?

Asisten AI adalah program komputer yang dirancang untuk secara otomatis melakukan tindakan yang biasanya memerlukan usaha dan kecerdasan manusia. Dengan menggunakan AI untuk mengotomatiskan tugas-tugas, Anda dapat menghabiskan waktu Anda untuk proyek-proyek yang lebih kompleks.

Asisten digital ini memahami pertanyaan dalam bahasa manusia berkat kemampuan Pemrosesan Bahasa Alami (NLP) dan Pembelajaran Mesin (ML). Hal ini membantu mereka melakukan tindakan spesifik yang Anda minta sebagai pengguna.

Meskipun kemampuan Asisten AI bergantung pada apa yang telah diprogramkan untuk dilakukannya, contoh beberapa tugas yang dapat mereka lakukan antara lain:

  • Menjawab pertanyaan Anda berdasarkan pengetahuan mereka atau informasi yang diperoleh dari internet
  • Menyiapkan dan menjalankan pengingat pada waktu yang kita pilih
  • Menulis email atau pesan teks
  • Mengendalikan perangkat pintar di rumah kita
  • Membuat gambar dan grafik
  • Merangkum halaman web (atau informasi lainnya)

Contoh beberapa asisten virtual AI yang populer antara lain ClickUp Brain, Google Assistant, Siri, Alexa, dan ChatGPT. Lihat bagaimana Brain bekerja di ClickUp, misalnya. 👇🏼

Manfaat Membuat Asisten AI Sendiri

Meskipun Anda dapat menggunakan asisten AI pribadi untuk berbagai hal dan mengintegrasikannya menggunakan API, membangun asisten AI sendiri menawarkan empat keunggulan unik.

  1. Penyesuaian: Saat Anda membangun asisten AI Anda, Anda dapat menyesuaikan antarmuka pengguna (UI) atau fitur lainnya sesuai keinginan Anda, sesuatu yang tidak dapat Anda lakukan dengan asisten AI pihak ketiga
  2. Efisiensi: Asisten pihak ketiga sering kali memproses permintaan dari jutaan pengguna pada waktu tertentu. Asisten AI Anda sendiri hanya akan memproses permintaan Anda dan organisasi Anda, sehingga memastikan efisiensi
  3. Privasi: Asisten AI pribadi Anda memberikan privasi dan keamanan data yang lebih baik daripada asisten pihak ketiga. Data tetap bersifat pribadi di dalam organisasi Anda, dan Anda yang menentukan cara penggunaannya
  4. Skalabilitas: Asisten AI khusus untuk organisasi Anda sangat skalabel dan fleksibel. Anda dapat mengintegrasikannya dengan aplikasi khusus apa pun yang Anda miliki dan menambahkan fitur atau kemampuan baru dengan mudah

Cara Membuat Asisten AI Sendiri: Panduan Langkah demi Langkah

Mari kita lihat langkah-langkah terperinci dalam membuat asisten AI Anda sendiri.

Langkah 1: Tentukan kasus penggunaan dan kemampuannya

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kasus penggunaan asisten AI Anda — kemampuan dan keterbatasannya.

Jika perencanaan ini tidak dilakukan dengan cermat, hasilnya akan menjadi asisten AI yang tidak dapat menjalankan tugas-tugas yang dimaksudkan dengan cara yang diinginkan. Berikut adalah hal-hal yang harus Anda tentukan dan catat dengan jelas mengenai asisten AI Anda sebelum mulai mengerjakannya:

Jenis asisten

Apakah Anda sedang mengembangkan asisten AI pribadi? Atau asisten yang akan digunakan untuk keperluan seperti layanan pelanggan atau operasional bisnis? Meskipun asisten AI pribadi serba guna memiliki berbagai kemampuan yang memungkinkannya melakukan banyak jenis tindakan, asisten yang dirancang untuk kasus tertentu memerlukan pelatihan khusus.

Pengguna sasaran dan keterampilan yang dimiliki

Siapa target pengguna asisten AI Anda, dan apa saja keahlian mereka? Pahami seberapa familiar mereka dengan aplikasi AI, jenis bahasa apa yang mereka gunakan untuk mendefinisikan suatu masalah, dan bagaimana mereka lebih suka menggunakan asisten virtual (misalnya, dengan mengirimkan perintah atau menggunakan suara mereka melalui aplikasi atau di web).

📮ClickUp Insight: 37% pekerja mengirimkan catatan tindak lanjut atau notulen rapat untuk melacak item tindakan, tetapi 36% masih mengandalkan metode lain yang terpisah-pisah.

Tanpa sistem terpadu untuk mencatat keputusan, wawasan penting yang Anda butuhkan mungkin tersembunyi di dalam obrolan, email, atau spreadsheet. Dengan ClickUp, Anda dapat langsung mengubah percakapan menjadi tugas yang dapat ditindaklanjuti di seluruh tugas, obrolan, dan dokumen Anda—sehingga memastikan tidak ada yang terlewatkan.

Masalah yang perlu diselesaikan

Pertimbangkan kemampuan asisten AI dan masalah apa yang ingin Anda selesaikan dengannya. Misalnya, asisten produktivitas setidaknya harus mampu mengelola kalender, email, dan daftar tugas Anda. Atau, Anda mungkin juga ingin asisten tersebut merangkum rapat Anda dan menulis email untuk Anda.

Batasan

Pengembang sering kali menetapkan beberapa batasan pada asisten AI untuk memastikan bahwa asisten tersebut tidak menimbulkan hasil yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, tentukan batasan-batasan tersebut jauh-jauh hari. Misalnya, berapa lama asisten harus menyimpan data pengguna? Tindakan apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh asisten? Tentukan dan dokumentasikan batasan-batasan ini serta batasan lain yang Anda inginkan pada asisten Anda.

💡Tips Pro: Saat menetapkan batasan, buatlah daftar “Akan Dilakukan / Tidak Akan Dilakukan”. Contohnya:

✅ Akan Dilakukan: Menjawab pertanyaan umum pelanggan, memberikan informasi pelacakan pesanan

❌ Tidak Boleh: Memproses pembayaran, menyimpan data pengguna yang sensitif

Langkah 2: Tentukan stack teknologi

Setelah Anda mendokumentasikan kemampuan dan batasan asisten AI Anda, Anda dapat memikirkan tumpukan teknologi yang tepat untuk membangunnya. Ini mencakup semua pustaka dan kerangka kerja yang akan Anda gunakan untuk mempercepat pengembangan asisten Anda serta infrastruktur lainnya, seperti:

  • Bahasa pemrograman yang akan Anda gunakan (misalnya, Python, Java, C++, dll.)
  • Penginstal paket untuk bahasa pemrograman yang akan Anda gunakan (misalnya, pengelola paket Python untuk Python)
  • Lingkungan hosting (misalnya, hosting mandiri, hosting cloud, dll.)
  • Perpustakaan atau kerangka kerja NLP (misalnya, NLTK, spaCy, Gensim, dll.)
  • Perpustakaan dan kerangka kerja ML (SciPy, TensorFlow, NumPy, dll.)
  • Pustaka pengenalan suara (jika Anda ingin asisten Anda memiliki kemampuan berbasis suara)

💡Tips Pro: Pilih stack teknologi berdasarkan skalabilitas dan kemudahan integrasi.

✅ Hindari overengineering pada tahap awal

Langkah 3: Cari data pelatihan

Sekarang, Anda perlu mencari data untuk melatih asisten AI pribadi Anda. Anda dapat memperoleh data ini dari berbagai sumber, seperti situs data pihak ketiga, sumber data yang dibuat pengguna, serta log aktivitas organisasi Anda atau data pelanggan.

Berbicara soal jenis data, Anda memerlukan tiga jenis data pelatihan untuk asisten AI Anda:

  • Data bahasa manusia untuk pelatihan NLP
  • Data suara untuk pelatihan terkait suara (jika Anda ingin mengintegrasikan fitur-fitur terkait suara)
  • Data khusus tugas untuk melatih asisten dalam tugas-tugas yang akan dilakukannya

💡Tips Pro: Terlepas dari dataset yang Anda pilih, pastikan ukurannya cukup besar untuk melatih model AI. Titik awal yang baik adalah aturan 10x , yang menyarankan agar dataset setidaknya 10 kali lebih besar dari jumlah parameter dalam model Anda.

Langkah 4: Bersihkan dan siapkan data pelatihan

Setelah Anda memiliki data, saatnya untuk membersihkan, memberi label, dan mempersiapkannya untuk melatih model asisten. Ini adalah langkah yang sangat penting karena akan menentukan bagaimana model menafsirkan data Anda, jadi jangan terburu-buru dalam langkah ini. Berikut cara melakukan masing-masing langkah tersebut:

  • Pembersihan: Dalam proses ini, Anda menghapus semua kesalahan dan anomali dari data Anda, seperti baris kosong, nilai yang menyimpang, nilai duplikat, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa data yang akan digunakan model Anda untuk pelatihan akurat dan bebas dari segala bentuk kesalahan.
  • Pelabelan: Ini adalah proses memberi tag, mengkategorikan, dan melabeli data dalam dataset Anda dengan benar untuk memastikan model dapat menafsirkannya dengan benar selama pelatihan. Hubungan yang akan dibangun model Anda antara titik-titik data yang berbeda bergantung pada proses ini

💡Tips Pro: Setelah Anda membersihkan dan memberi label pada data, bagi data tersebut menjadi dua set data—masing-masing untuk tujuan pelatihan dan pengujian. Sisihkan 70% dari set data untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian.

Langkah 5: Latih asisten Anda

Data Anda kini sudah siap, dan infrastruktur teknologi Anda sudah terpasang. Saatnya mulai melatih asisten AI Anda. Instal dan jalankan alat-alat yang diperlukan di lingkungan hosting Anda, lalu berikan dataset pelatihan kepada mereka. Sesuaikan parameter pelatihan seperti laju pelatihan dan ukuran batch, lalu mulailah proses pelatihan.

Langkah-langkah tepat untuk proses ini bervariasi tergantung pada perpustakaan NLP dan ML yang Anda pilih, jadi silakan merujuk pada manual dari stack teknologi Anda. Untuk meminimalkan kesalahan, pantau proses pelatihan secara terus-menerus.

💡Tips Pro: Jika kecepatan pelatihan lambat, sesuaikan parameter kecepatan pembelajaran dan ukuran batch, lalu mulai ulang prosesnya. Jika Anda menemui kesalahan, lihat tips pemecahan masalah pada pustaka Anda.

Langkah 6: Uji asisten

Setelah asisten AI Anda dilatih, uji coba pada dataset pengujian. Periksa akurasi kinerjanya. Pada tahap ini, Anda mungkin menghadapi dua jenis masalah:

  • Overfitting: Hal ini terjadi ketika model pelatihan menghafal data pelatihan alih-alih menggeneralisasi dari data tersebut. Akibatnya, model tersebut bekerja dengan akurat saat diuji menggunakan dataset pelatihan, tetapi kinerjanya buruk saat diuji dengan data baru. Teknik yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi masalah ini antara lain regularisasi, ensembling, dan lain-lain.
  • Underfitting: Hal ini terjadi ketika model tidak membangun hubungan antara masukan pengguna dan parameter keluaran, sehingga pada akhirnya gagal bekerja pada dataset pelatihan maupun pengujian. Umumnya, Anda dapat memperbaikinya dengan memperpanjang waktu pelatihan atau menggunakan dataset yang lebih besar/lebih kompleks. Jika cara tersebut tidak berhasil, Anda dapat mencoba teknik lanjutan seperti feature engineering atau beralih ke arsitektur model yang lebih kompleks

Latih ulang model asisten AI Anda dengan solusi yang disediakan di atas untuk menyempurnakan fungsinya. Setelah model mulai menghasilkan hasil yang akurat dengan dataset pengujian, lanjutkan ke langkah berikutnya.

💡Tips Pro: Buatlah skenario yang menguji batas kemampuan asisten Anda, termasuk masukan yang panjang atau pendek, masukan dalam bahasa yang berbeda, masukan dengan karakter khusus atau format yang tidak biasa, serta permintaan yang tidak lengkap atau ambigu.

Langkah 7: Desain antarmuka pengguna (UI)

Ketika asisten AI Anda mulai berfungsi sesuai harapan, Anda dapat mengalihkan fokus ke antarmuka pengguna (UI)-nya. Pada akhirnya, kepribadian seorang asisten obrolan sebagus pengalaman pengguna (UX)-nya—tidak ada yang ingin menggunakan asisten yang tampilannya dan rasanya terputus-putus. Jadi, Anda harus merancang antarmuka pengguna yang ramah pengguna untuknya. Jika Anda belum pernah merancang antarmuka pengguna sendiri, sewa seorang desainer UX untuk mengerjakannya!

Setelah antarmuka pengguna (UI) dirancang, gabungkan dengan Asisten dan terapkan di lingkungan hosting Anda untuk melakukan pengujian akhir dan pemecahan masalah.

💡Tips Pro: Tambahkan fitur antarmuka pengguna (UI) cerdas, seperti saran otomatis dan balasan cepat, untuk mempercepat interaksi dengan prediksi cerdas.

Langkah 8: Lakukan pengujian akhir dan debugging

Saatnya melakukan pengujian akhir pada asisten AI yang telah Anda buat. Pastikan bahwa UX, model AI asisten, dan semua elemen lainnya berfungsi sesuai yang diharapkan. Kirimkan perintah untuk melakukan tugas yang Anda inginkan dan lihat seberapa akurat hasilnya. Selain itu, uji juga fungsi berbasis suara.

Untuk melakukannya, undang beberapa pengguna dari segmen target asisten untuk mencobanya. Perhatikan bagaimana mereka merumuskan pertanyaan mereka dan seberapa baik asisten meresponsnya. Jika ada yang tidak berfungsi sesuai rencana, perbaiki dan atasi masalahnya.

💡Tips Pro: Undang beberapa pengguna dari segmen target asisten tersebut untuk mencobanya. Perhatikan bagaimana mereka merumuskan pertanyaan mereka dan seberapa baik asisten meresponsnya. Jika ada yang tidak berfungsi sesuai rencana, perbaiki dan atasi masalahnya.

Langkah 9: Jalankan dan pantau

Akhirnya, Anda dapat membuatnya dapat diakses oleh pengguna target di dalam maupun di luar organisasi Anda. Pantau seberapa baik kinerjanya di dunia nyata dan analisis umpan balik pengguna. Berdasarkan umpan balik tersebut, perbaiki sesuai kebutuhan.

💡Tips Pro: Bantu asisten AI Anda terus berkembang dengan memberikan data baru. Tambahkan interaksi dunia nyata untuk meningkatkan akurasi dan sesuaikan model bahasa agar dapat memahami maksud pengguna dengan lebih baik.

Berikut ini adalah tutorial video langkah demi langkah tentang cara membuat agen AI Anda sendiri dengan ClickUp. 👇🏼

Tidak ingin memulai dari nol? Ikuti jejak para ahli!

Salah satu pendekatan yang populer adalah menggunakan model bahasa canggih dari OpenAI.

Anda dapat mengakses model-model ini dengan beberapa cara: langsung melalui API-nya (yang memerlukan kunci API) atau, yang lebih praktis, menggunakan pustaka Python-nya, yang membuat prosesnya jauh lebih lancar. Kiat utama untuk asisten AI apa pun adalah mengelola riwayat percakapan. Ini seperti memberi asisten Anda ingatan yang baik!

Anda perlu menyimpan riwayat interaksi sebelumnya, baik dalam kode Anda untuk obrolan singkat, file untuk percakapan yang lebih mendalam, atau basis data untuk proyek yang kompleks. Saat Anda menanyakan sesuatu kepada AI Anda, sertakan riwayat yang relevan dalam “prompt” Anda agar AI memahami konteksnya. Jika Anda menggunakan OpenAI, pustaka Python mereka adalah sahabat terbaik Anda, yang menangani semua detail teknis dalam berkomunikasi dengan server mereka.

Tantangan dalam Membuat Asisten AI Sendiri

Meskipun ada banyak pustaka, kerangka kerja, dan dukungan komunitas yang tersedia, membuat asisten pribadi AI sendiri bukanlah hal yang mudah. Anda akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk:

  • Tingkat kesulitan teknis: Proses pembuatan asisten AI memang rumit. Kami telah menyajikannya dalam bentuk yang disederhanakan di sini, tetapi pada kenyataannya, hal ini secara teknis sulit (terutama jika Anda bukan seorang pengembang perangkat lunak atau insinyur)
  • Biaya: Biaya untuk membangun, memelihara, dan terus meningkatkan asisten AI kustom cukup tinggi. Biaya desain antarmuka pengguna, biaya server, dan biaya pengembangan dapat dengan mudah mencapai ribuan dolar jika Anda ingin memaksimalkan manfaat dari asisten AI Anda
  • Masalah privasi: Meskipun asisten AI kustom dapat memberi Anda kendali lebih besar atas privasi data Anda, kendali tersebut juga disertai dengan tanggung jawab yang lebih besar. Ketika semua data pengguna disimpan di server Anda, tanggung jawab untuk memastikan keamanannya ada pada Anda. Jika terjadi pelanggaran data, Anda dan organisasi Anda akan dimintai pertanggungjawaban

Mengapa ClickUp Brain Merupakan Alternatif yang Lebih Cerdas Dibandingkan Asisten AI Anda Sendiri

Jika Anda ingin menghindari tantangan dalam membangun asisten AI sendiri namun tetap ingin menggunakannya untuk organisasi Anda, solusi yang praktis dan tanpa repot sudah tersedia!

ClickUp —aplikasi serba guna untuk pekerjaan—dilengkapi dengan asisten AI-nya sendiri, ClickUp Brain, yang dapat digunakan tim dalam berbagai skenario penggunaan.

Berkat integrasinya yang mendalam dengan fitur manajemen proyek ClickUp, ClickUp Brain membantu Anda menemukan informasi, membuat konten, dan melakukan tindakan lain yang spesifik untuk proyek hanya dengan perintah teks sederhana.

Mari kita pelajari apa itu dan bagaimana hal ini dapat membantu Anda menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di tempat kerja.

Apa itu ClickUp Brain?

ClickUp Brain adalah asisten AI bawaan di dalam ClickUp. Berkat integrasinya yang mendalam ke dalam alur kerja Anda dan semua dokumentasi yang tersedia di ruang kerja, ClickUp Brain selalu memahami konteks.

Baik Anda menggunakannya untuk menyusun pesan kepada rekan kerja tentang proyek atau saat mencari dokumen, asisten ini selalu menemukan informasi yang tepat dari ruang kerja ClickUp Anda.

Manfaat menggunakan ClickUp Brain

ClickUp Brain memungkinkan Anda memanfaatkan keunggulan AI tanpa harus menghadapi tantangan dalam membangun asisten Anda sendiri. Berikut adalah empat manfaat utamanya:

  • Produktivitas yang lebih tinggi: Ini memungkinkan Anda dengan mudah menerapkan trik produktivitas AI yang terintegrasi secara mendalam dengan semua proyek Anda serta berkas, tugas, papan tulis, dan sebagainya. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk berpindah-pindah antara berbagai alat dalam alur kerja Anda
  • Kemudahan pengaturan dan penggunaan: ClickUp Brain juga jauh lebih mudah diatur dan digunakan dibandingkan asisten AI kustom. Cukup daftar akun ClickUp, dan Anda bisa langsung mulai menggunakan ClickUp Brain
  • Harga Terjangkau: ClickUp Brain hanya seharga $7 per bulan, yang jauh lebih murah daripada biaya pengembangan dan pengoperasian asisten AI kustom Anda sendiri. Harganya juga jauh lebih murah dibandingkan asisten AI lain dengan kemampuan serupa (misalnya, ChatGPT Plus dan Gemini Advanced)
  • Keamanan dan privasi yang lebih baik: Terakhir, ClickUp Brain juga menawarkan keamanan dan privasi yang lebih baik untuk data Anda karena sesuai dengan standar keamanan data seperti GDPR, HIPAA, dan AICPA SOC2

Cara menggunakan ClickUp Brain sebagai Asisten AI Anda

Ada banyak cara untuk menggunakan ClickUp Brain sebagai asisten AI pilihan Anda dalam pekerjaan. Anda dapat menanyakan status proyek dan tugas, dan ClickUp Brain akan memberikan jawaban terkini.

ClickUp Brain
Ganti model bahasa besar (LLM) di dalam ClickUp Brain untuk menyesuaikan pengalaman AI Anda

Dan Anda juga dapat meminta asisten ini untuk merangkum dokumen, rapat, riwayat obrolan, mentranskrip rekaman Clips, atau informasi apa pun yang Anda temukan di tempat lain. ClickUp Brain tidak melewatkan detail penting apa pun!

Ini dapat membantu Anda:

  • Jadwalkan pertemuan secara instan: Cukup sebutkan orang yang ingin Anda temui, dan ClickUp Brain akan menjadwalkannya, mengirim undangan, serta menghindari konflik jadwal
  • Notetaker AI Terintegrasi: Bergabung dalam panggilan Anda, mentranskrip percakapan secara langsung, dan menghasilkan catatan rapat yang jelas dan dapat ditindaklanjuti secara otomatis
  • Buat agen AI khusus: Otomatiskan tugas berulang, persetujuan, atau pengingat yang disesuaikan dengan alur kerja unik tim Anda
  • Ringkas tugas, dokumen, dan proyek: Dapatkan ringkasan yang ringkas dan dapat ditindaklanjuti secara instan tanpa perlu membaca utas atau dokumen yang panjang
  • Buat konten sesuai konteks: Buat draf email, laporan, posting blog, atau deskripsi tugas berdasarkan kebutuhan proyek Anda
  • Ubah percakapan menjadi tugas: Ubah catatan rapat atau poin penting obrolan menjadi tugas yang dapat ditindaklanjuti dan telah ditugaskan hanya dengan satu klik
  • Pencarian cerdas dan pengambilan informasi: Temukan dokumen, tugas, atau keputusan apa pun di seluruh ruang kerja Anda secara instan—tidak perlu lagi mencari-cari
  • Saran yang disesuaikan dengan konteks: Memberikan rekomendasi langkah selanjutnya, mengidentifikasi hambatan, dan menampilkan sumber daya terkait agar Anda terus maju
  • Bekerja sama dengan lancar: Membantu menyusun komentar, mengumpulkan ide, dan memfasilitasi diskusi tim langsung di tempat Anda bekerja
  • Otomatisasi alur kerja kustom: Mengatur pemicu berbasis AI untuk pengingat, pembaruan status, atau pemberitahuan agar proses berjalan lancar
  • Wawasan produktivitas yang disesuaikan: Memberikan saran untuk mengoptimalkan alur kerja Anda dan menyoroti pekerjaan terpenting Anda
  • Dukungan berbagai format: Merangkum, mengekstrak, dan bertindak berdasarkan informasi dari PDF, dokumen, spreadsheet, dan lainnya—semuanya dalam satu tempat
  • Integrasi ruang kerja yang aman: Menjaga semua tindakan dan data AI tetap privat, terorganisir, dan hanya dapat diakses oleh tim Anda

💡Tips Pro: Jika Anda ingin melangkah lebih jauh, Brain MAX dapat membantu! Sebagai asisten AI desktop Anda, Brain MAX memungkinkan Anda berkomunikasi menggunakan perintah suara, memberikan hasil pencarian 10 kali lebih cepat, menghasilkan gambar, memungkinkan Anda mengakses berbagai model bahasa besar (LLM) melalui satu antarmuka, dan masih banyak lagi! Ini adalah satu-satunya asisten yang Anda butuhkan!

Cara Membuat Agen Anda Sendiri di ClickUp

Bayangkan memiliki rekan kerja digital yang menangani pekerjaan berulang, menjawab pertanyaan, atau memastikan proyek tetap berjalan—semua tanpa Anda perlu repot. Itulah tepatnya yang Anda dapatkan saat membuat Agen Anda sendiri di ClickUp! Mengatur Agen ternyata sangat mudah, dan Anda tidak perlu menulis satu baris kode pun.

Begini cara kerjanya:

  • Mulailah dengan tujuan: Pikirkan apa yang ingin Anda lakukan dengan Asisten AI Anda. Mungkin Anda membutuhkan penulis konten untuk menyusun kerangka blog, asisten penyortiran bug untuk mengelola masalah yang masuk, atau agen layanan pelanggan untuk menindaklanjuti umpan balik klien
  • Tuliskan instruksi: Di ClickUp, Anda dapat menjelaskan dengan tepat apa yang ingin Anda tangani oleh Agen Anda. Cukup gunakan bahasa sehari-hari—tidak perlu menggunakan istilah teknis
  • Pilih pengetahuan yang akan digunakan: Tentukan dokumen, tugas, atau ruang mana yang harus dirujuk oleh Agen Anda. Dengan cara ini, Agen Anda selalu memiliki konteks yang tepat dan dapat mengambil informasi yang relevan
  • Pilih alat yang tepat: Pilih dari tindakan bawaan ClickUp—seperti membuat tugas, mengirim pembaruan, atau merangkum dokumen—untuk memberi Agent Anda kemampuan menyelesaikan berbagai hal
  • Aktifkan dan santai: Setelah Anda puas dengan pengaturannya, cukup nyalakan Asisten Anda. Asisten tersebut akan mulai bekerja secara otomatis, menjaga alur kerja Anda tetap berjalan lancar di latar belakang
ClickUp Agent
Buat agen Anda sendiri menggunakan bahasa alami dan perintah

Bagian terbaiknya? Anda bisa membuat sebanyak mungkin Agen sesuai kebutuhan, masing-masing disesuaikan dengan proses unik tim Anda. Ini seperti memiliki sekelompok asisten digital yang siap membantu kapan pun Anda membutuhkannya.

Tingkatkan Produktivitas Anda dengan Asisten AI ClickUp

AI bukan lagi sekadar istilah populer—teknologi ini sedang mengubah cara kita bekerja dan hidup. AI dapat membuat email untuk Anda, membantu dalam riset, dan mengotomatiskan tugas-tugas rutin. Jadi, jika Anda ingin mengungguli pesaing, mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja Anda bukanlah pilihan lagi!

Dan seperti yang telah kami tunjukkan di sini, membangun asisten AI sendiri memang rumit dan mahal. Namun, dengan ClickUp, Anda mendapatkan solusi serbaguna dan terjangkau melalui ClickUp Brain.

Fitur-fitur canggihnya dapat mengambil detail proyek, merangkum percakapan, membuat peta pikiran, dan masih banyak lagi—semuanya untuk kebutuhan manajemen proyek Anda!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar ke ClickUp, dan rasakan sendiri kekuatan AI!