Setiap tahun, kita melihat tren baru muncul di industri desain dan tren lama mulai memudar; tahun 2024 tidak terkecuali. Kecerdasan Buatan (AI) saat ini berada di pusat pergeseran transformatif, yang mengubah baik metode penciptaan maupun gaya visual kita.
3D hiper-surealisme, pemetaan panas, dan motif yang terinspirasi alam adalah beberapa tren yang mengubah lanskap desain grafis pada tahun 2024. Baik Anda seorang desainer grafis berpengalaman maupun pemula, ini adalah masa yang menarik untuk menjadi bagian dari dunia ini.
Postingan blog ini merangkum berbagai elemen desain yang membentuk cara kita berkomunikasi, menginspirasi, dan berinteraksi saat ini, serta bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk branding bisnis Anda.
Namun sebelum kita membahas hal tersebut, mari kita bahas dasar-dasarnya terlebih dahulu dan pahami apa itu desain grafis serta mengapa penting untuk mempelajari trennya.
Apa itu Desain Grafis?
American Institute of Graphic Arts (AIGA®) mendefinisikan desain grafis sebagai ‘seni dan praktik merencanakan serta menyajikan ide dan pengalaman melalui konten visual dan teks.’
Konten itu sendiri bisa sesederhana logo perusahaan (seperti tanda centang Swoosh milik Nike) atau serumit tata letak halaman di sebuah situs web.
Hampir semua orang saat ini melakukan suatu bentuk desain grafis—baik itu membuat presentasi untuk pekerjaan atau menambahkan teks pada gambar di media sosial untuk memperkuat atau menyampaikan pesan.
Pentingnya Menganalisis Tren Desain Grafis
Tren datang dan pergi. Lalu, mengapa penting untuk terus memantaunya? Itu karena mengikuti dan memahami tren menunjukkan kepada audiens Anda bahwa Anda peka terhadap selera dan preferensi mereka.
Yang lebih penting lagi, tren desain grafis menginspirasi Anda untuk berpikir di luar kotak, termasuk bereksperimen dengan teknik baru dan menggabungkan gaya lama dengan yang baru.
Hal ini membantu Anda meningkatkan citra merek dan menjadi lebih relevan serta tetap terhubung dengan basis pelanggan Anda. Mengikuti tren desain grafis terkini membantu Anda mempertahankan keunggulan kompetitif di industri Anda.
Gambaran Umum Tren Desain Grafis Teratas
Berikut adalah 10 tren teratas yang mendorong batas-batas kreativitas dan transformasi dalam desain grafis tahun ini.
1. Perpaduan masa depan
Mengingatkan pada estetika cyberpunk, future fusion memadukan desain grafis futuristik dan mutakhir dengan nuansa yang akrab. Palet warnanya tetap berpusat pada warna biru, hitam, dan cokelat tua, dengan aksen ungu neon, merah muda, dan cyan.
Mulai dari maskot dan logo hingga materi iklan—Anda dapat menerapkan konsep "future fusion" dalam berbagai cara untuk menyuntikkan semangat baru ke dalam merek Anda.
Hal yang menonjol dari tren desain grafis ini adalah kemampuannya untuk menggabungkan berbagai elemen interaktif guna menciptakan sesuatu yang baru dan visioner, seperti yang terlihat pada sampul album di bawah ini:
Karya seni ini menggunakan bentuk-bentuk yang mengalir alih-alih bentuk geometris, serta perpaduan warna-warna dingin dengan figur holografik yang kontras di tengahnya. Hal ini menunjukkan pengaruh digital atau teknologi, yang menjadi ciri khas desain fusi masa depan.
2. Hiper-surealisme 3D
Tren desain grafis ini menekankan pada gambar yang realistis namun surealis, yang sering kali dibuat menggunakan teknik pemodelan dan rendering 3D.
Desain ini menggabungkan bentuk-bentuk abstrak dan organik, warna-warna cerah, karakter-karakter unik, serta tipografi eksperimental untuk menciptakan gambar yang tampak seolah-olah diambil langsung dari film seperti Dune atau Blade Runner.
Rebranding Reddit tahun 2024 mencerminkan tren ini melalui maskot 3D dan simbol logonya.

Hiper-surealisme 3D sangat berguna ketika desainer grafis ingin menyampaikan berbagai aspek pesan secara bersamaan, sehingga memungkinkan keterlibatan audiens yang luas.
Hal ini menciptakan kesan keanehan atau ‘keunikan’ yang mungkin sudah Anda perhatikan dalam beberapa tren mode dan kampanye terbaru.
Lihat ilustrasi surealis karya ilustrator Nico Ito untuk tas tangan Gucci Bamboo 1947. Karya seninya merupakan kolase yang hidup antara fantasi dan kenyataan, memadukan tas tangan mewah yang tampak seperti foto asli dengan latar belakang yang seperti dunia lain—yang dengan sempurna merangkum esensi hiper-surealisme 3D.

Mengingat bagaimana alat desain berbasis AI seperti AutoDraw dan Designs.ai telah membantu para desainer memperluas batas-batas eksperimen visual, 3D hiper-surrealisme adalah tren yang akan terus meningkat popularitasnya.
3. Peta panas
Pemetaan panas menggunakan gradasi warna untuk menggambarkan kepadatan atau intensitas data secara visual. Teknik ini digunakan dalam desain Pengalaman Pengguna (UX), desain web, dan grafik informasi untuk menyoroti area yang menarik atau aktif dalam lingkungan yang kaya data.
Namun kini, teknik ini perlahan-lahan mulai digunakan di luar akar visualisasi data konvensionalnya. Saat ini, para desainer menciptakan visual yang menarik yang meniru rentang dinamis intensitas panas dan menyampaikan pesan secara halus menggunakan gradasi warna dan tekstur.
Misalnya, pada poster promosi, Anda dapat menonjolkan area yang diharapkan menarik lebih banyak perhatian atau tindakan dengan warna-warna hangat seperti merah dan oranye. Sebaliknya, area yang kurang penting digambarkan dengan warna-warna dingin seperti biru dan hijau.
Peta panas membantu mengarahkan perhatian audiens ke area fokus desain tanpa petunjuk visual yang jelas.
4. Visual yang inklusif dan kombinasi warna yang mudah diakses
Meskipun keragaman dan representasi seharusnya menjadi standar industri, bukan sekadar pilihan, hal ini mulai menembus batas pada tahun 2024.
Desain grafis inklusif melibatkan pembuatan konten visual yang dapat diakses dan digunakan oleh semua orang, tanpa memandang kemampuan mereka.
Desain inklusif memastikan bahwa setiap orang dapat berinteraksi dengan konten secara bermakna, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan, pendengaran, kognitif, dan motorik. Desain ini juga merayakan keragaman yang lebih luas dalam hal ras, gender, etnis, dan bentuk tubuh.
Contoh klasiknya adalah perpustakaan emoji Google, yang kini mencakup beragam warna kulit, gaya rambut, dan ekspresi gender.

Selain itu, para desainer memprioritaskan aksesibilitas dengan menggunakan palet warna yang sesuai dengan Pedoman Aksesibilitas Konten Web (WCAG). Hal ini membuat desain tersebut mudah dilihat oleh mereka yang mengalami buta warna.
Namun, tren aksesibilitas tidak hanya terbatas pada layar desktop. Tren ini juga menawarkan mode terang dan gelap serta tingkat zoom yang berbeda untuk layar ponsel. Hal ini memastikan informasi tetap mudah dibaca sesuai preferensi pengguna dan di berbagai platform.
Tahun lalu, kampanye “Live There” dari Airbnb menggunakan kontras yang tinggi antara elemen latar depan dan latar belakang, sehingga kontennya dapat dibaca oleh penyandang disabilitas penglihatan.

Kecenderungan menuju inklusivitas dan aksesibilitas mengakui kekuatan desain dalam membangun empati, pemahaman, dan rasa memiliki di skala global.
5. Estetika yang terinspirasi alam
Seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu-isu dan gerakan lingkungan, apresiasi terhadap pola dan tekstur alami pun semakin meningkat. Namun, tidak cukup lagi bagi merek untuk sekadar menambahkan atau mengintegrasikan warna hijau ke dalam desain hanya untuk menunjukkan bahwa bisnis tersebut “ramah lingkungan.”
Estetika yang terinspirasi alam kini menjadi sorotan utama, dengan gambar bunga dan tanaman, langit biru, tekstur kayu, cat air, serta motif hewan seperti motif zebra yang sedang populer dalam tren desain grafis yang menawan.
Kemasan, misalnya, kini bergerak ke arah desain yang lebih bersih dan bernuansa alam, yang menonjolkan palet warna ramah lingkungan dan bahan daur ulang.
Kampanye “Botanical Beauty” dari Yves Rocher dengan sempurna menonjolkan motif-motif yang terinspirasi alam dalam desain yang tenang dan bernuansa botani. Karena merek ini menggunakan bahan-bahan alami dalam produk kecantikannya, mereka meluncurkan kotak kemasan yang menampilkan ilustrasi tanaman bergaya cat air.

Tentu saja, ini adalah salah satu tren desain grafis yang tidak dapat diterapkan pada setiap bidang. Namun, desain kemasan di sektor-sektor seperti makanan dan minuman, kosmetik, serta obat-obatan tentu dapat memanfaatkan kekuatan dan keindahan alam.
6. Estetika kolase media campuran
Pendekatan artistik ini memadukan bentuk, gambar, warna-warna cerah, dan tekstur untuk menciptakan komposisi yang menggugah. Kolase, misalnya, memungkinkan terciptanya karya yang spontan dan tak terduga yang dapat sangat beresonansi dengan audiens.
Kami melihat para seniman memadukan pengaruh budaya untuk menciptakan referensi lintas budaya yang dinamis dengan visual menakjubkan yang membangkitkan rasa nostalgia dalam kolase digital mereka, sementara yang lain menciptakan lanskap surealis dengan elemen psikedelik.

Baik itu mosaik digital maupun karya seni potong-tempel buatan tangan, media campuran yang disusun dalam tata letak kolase menghadirkan estetika yang unik dan menarik ke garis depan tren desain grafis.
7. Retro-futurisme
Dalam desain grafis, gaya retro selalu menjadi tren. Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat semakin banyak gerakan yang mengarah ke estetika vintage dan sentuhan retro-futuristik yang mengacu pada era 70-an, 80-an, dan 90-an.
Tren desain grafis ini menghidupkan kembali pesona sentuhan tekstur, warna-warna cerah, dan tipografi klasik dengan font seperti Lobster, Metropolis, dan Pacifico.
Perusahaan-perusahaan memanfaatkan potensi tren ini dengan cara-cara inovatif untuk memikat audiens, membedakan merek mereka, dan menceritakan kisah yang menarik.
Hal ini mencakup iklan yang menampilkan mobil klasik melayang di lanskap kota futuristik atau model yang mengenakan pakaian vintage dalam konteks eksplorasi antariksa, memadukan nostalgia dengan futurisme untuk menciptakan dampak visual yang kuat.

Retro-futurisme menembus batas generasi dan secara unik menyampaikan kompleksitas, kesederhanaan, inovasi, dan tradisi.
8. Piksel retro
Ingatkah Anda dengan grafis komputer dari Nintendo, Sega Genesis, dan Atari 2600? Dipadukan dengan elemen bergaya piksel 8-bit, game-game awal seperti Super Mario dan Pac-Man selalu menjadi favorit semua orang pada era 80-an dan 90-an. Gaya visual pikselasi kini kembali populer.

Saat ini, para desainer menggunakan perangkat lunak desain game canggih untuk menggabungkan visual bergaya blok, palet warna terbatas, dan desain berbasis grid yang khas guna membangkitkan rasa nostalgia dan kesederhanaan.
Namun, hanya sebagian bisnis yang dapat menerapkan tren desain ini dengan sukses. Namun, beberapa merek populer mengandalkan tampilan dan nuansa ‘retro’.
Lacoste, misalnya, memberikan sentuhan baru berupa desain piksel pada logo buaya ikonik mereka melalui kolaborasi dengan Minecraft, menciptakan koleksi pakaian dan aksesori yang terinspirasi oleh estetika game tersebut.
Di sisi lain, Minecraft memperkenalkan item khusus dalam game seperti pakaian bermerek Lacoste dan peta yang dirancang khusus bernama “Croco Island” dalam game virtualnya.
Contoh ini menunjukkan bagaimana elemen piksel retro meningkatkan esensi kreatif kedua merek tersebut dan menciptakan pengalaman imersif yang menjembatani kesenjangan antara dunia nyata dan digital.
9. Tipografi eksperimental
Tren desain grafis ini mengedepankan penggunaan tata letak, jenis huruf, dan bentuk huruf yang imajinatif serta menghasilkan beberapa font eksperimental yang keren.
Berbeda dengan tipografi tradisional, yang terutama berfokus pada konsistensi dan keterbacaan, terutama dalam media cetak dan digital, tipografi eksperimental mengutamakan perlakuan terhadap huruf dan kata sebagai bentuk seni tersendiri.
Gambar di bawah ini adalah contoh utama bagaimana kita memandang dan berinteraksi dengan huruf dan teks.

Patung huruf ‘Y’ ini menafsirkan ulang karakter tipografi sebagai objek tiga dimensi. Karya ini memadukan bentuk-bentuk abstrak dengan bahan lain (cangkang telur) dan zat (cairan berwarna biru kehijauan).
Desain ini memadukan elemen-elemen industri dengan pendekatan yang ceria dalam CGI, mendorong audiens untuk melihat huruf tersebut dari sudut pandang baru yang melampaui posisinya dalam alfabet atau kumpulan huruf.
Tak diragukan lagi, tipografi eksperimental memberikan sentuhan unik pada desain grafis yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga menggugah pikiran.
10. Anti-desain
‘Anti-desain’ adalah hal terakhir yang Anda harapkan untuk melihat dalam daftar tren desain grafis. Namun, bagi banyak desainer, ini adalah estetika pilihan utama.
Anti-desain adalah pendekatan modern yang bertujuan untuk memperluas batasan apa yang bisa dilakukan oleh desain. Pendekatan ini ditandai dengan penggunaan tata letak yang kacau, perpaduan warna yang kontras, serta tipografi yang tidak konvensional dan seringkali mengejutkan.
Anti-desain menantang ekspektasi audiens dan memicu reaksi yang lebih emosional atau kontemplatif dengan menawarkan alternatif terhadap standar desain yang lazim. Gaya ini sering kali terinspirasi oleh gerakan seni avant-garde, seperti Dadaisme atau Brutalisme.
Meskipun tidak selalu praktis untuk setiap aplikasi, anti-desain telah menemukan tempatnya dalam konteks artistik, budaya, dan komersial tertentu di mana tujuan utamanya adalah membuat pernyataan yang berani atau menantang norma-norma yang ada.
Peran Teknologi Canggih dalam Membentuk Tren Desain Grafis
Tren desain grafis terbesar sering kali berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam desain grafis, teknologi memengaruhi baik proses desain maupun hasil desain akhir. Jadi, teknologi apa saja yang berpotensi meningkatkan komunikasi visual dan desain pada tahun 2024? Mari kita cari tahu.
1. AI Generatif
Bayangkan menggunakan alat yang memahami niat desain Anda, menyarankan palet warna berdasarkan audiens target Anda, dan membuat papan suasana hati yang terinspirasi dari referensi yang Anda pilih. Itulah tepatnya yang dilakukan oleh AI generatif.
Teknologi ini memanfaatkan algoritma dan model pembelajaran mesin (ML) untuk menghasilkan gambar, pola, tata letak, dan elemen desain. Selain itu, teknologi ini dapat mengotomatiskan pengubahan ukuran gambar, penghapusan latar belakang, dan koreksi warna, sehingga tim desain dapat fokus pada tugas lain, seperti penyusunan strategi.
Generator seni berbasis AI, seperti DALL-E, Midjourney, dan Jasper Art, telah memukau para desainer profesional dengan kemampuannya mengubah teks menjadi gambar yang realistis.

Mereka mempermudah alur kerja dan memberikan inspirasi. Dan ya, bertentangan dengan anggapan umum, AI tidak hadir untuk merebut pekerjaan, melainkan untuk menjadi asisten terbaik bagi para desainer.
2. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)
Meskipun teknologi AR dan VR telah ada selama beberapa tahun, keduanya digadang-gadang sebagai hal besar berikutnya dalam desain grafis, dan hal ini beralasan. Para direktur kreatif menggunakan AR untuk menciptakan kampanye iklan yang unik dan interaktif yang meningkatkan keterlibatan audiens serta menjadi suguhan visual yang memukau.
Misalnya, papan iklan atau poster dapat memicu pengalaman merek yang imersif langsung dari perangkat seluler pengguna, seperti uji coba virtual atau permainan interaktif. AR dapat menampilkan informasi digital di atas ruang fisik, membantu memvisualisasikan proyek arsitektur atau desain interior.
Aplikasi IKEA Place, misalnya, memungkinkan pengguna menempatkan model 3D produk IKEA ke dalam lingkungan mereka dengan bantuan kamera smartphone.

Di sisi lain, VR memungkinkan para desainer untuk menciptakan lingkungan yang sepenuhnya imersif untuk game, acara virtual, atau simulasi. Hal ini mencakup segala hal, mulai dari tur arsitektur yang realistis hingga lanskap fantastis untuk hiburan.
VR menawarkan peluang baru dalam desain UX, yang mengharuskan para desainer mempertimbangkan navigasi spasial, interaksi 3D, dan pengalaman multisensorik dalam karya mereka.
3. Desain dan pencetakan 3D
Secara kolektif dikenal sebagai manufaktur aditif, desain 3D, dan pencetakan 3D melibatkan pembuatan objek padat tiga dimensi dari file digital.
Proses ini dimulai dengan desain 3D, di mana para desainer menggunakan perangkat lunak khusus untuk membuat model objek dalam tiga dimensi. Model digital ini berfungsi sebagai cetak biru untuk printer 3D.
Proses pencetakan melibatkan penumpukan bahan seperti plastik, logam, atau resin sesuai kebutuhan berdasarkan desain digital untuk membangun objek 3D.
Desain dan pencetakan 3D mengurangi limbah dan memungkinkan pembuatan bentuk yang lebih kompleks dan disesuaikan, yang mungkin tidak dapat diwujudkan dengan teknik manufaktur lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini telah meluas ke sektor-sektor baru seperti biomedis, di mana teknologi ini digunakan untuk merancang dan mencetak prostetik khusus serta rekayasa jaringan, serta di bidang konstruksi, di mana teknologi ini digunakan untuk membuat prototipe dan memproduksi komponen bangunan.
Cara Mengelola Tim Desain Grafis Anda
Kami berharap tren desain grafis ini dapat membantu tim desain Anda menemukan inspirasi baru untuk karya kreatif mereka.
Namun, sekadar mencari inspirasi saja tidaklah cukup. Mulai dari merumuskan ide-ide inovatif dan menafsirkan brief desain hingga menciptakan desain unik yang sesuai dengan audiens target Anda, tim desain Anda memikul banyak tanggung jawab.
Anda memerlukan alat dan strategi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas desainer dan mencapai tujuan tim. Berikut cara melakukannya.
1. Tetapkan pedoman dan tujuan desain yang jelas
Pedoman merek yang jelas dan identitas visual yang khas membantu memastikan semua proyek desain Anda selaras dengan estetika merek Anda.
Pedoman ini harus mencakup skema warna, font, tipografi, dan ‘tampilan’ keseluruhan merek Anda untuk membantu tim desain Anda memahami visi dan tujuan yang ingin Anda capai.
Misalnya, panduan gaya yang komprehensif untuk proyek branding baru akan merinci palet warna, pilihan font, penggunaan logo, dan gaya gambar.
Ini dapat menjadi acuan untuk semua pekerjaan desain terkait, memastikan konsistensi di seluruh elemen desain dan platform.
Gunakan Template Panduan Merek ClickUp untuk mempercepat proses ini dan membuatnya lebih mudah.
Gunakan Template Papan Tulis Ringkasan Desain ClickUp untuk mencatat permintaan klien, tujuan, pasar sasaran, poin-poin penting merek, dan referensi di satu tempat.
Untuk memastikan panduan gaya merek Anda yang terbaru dapat diakses oleh seluruh tim, simpanlah di ruang kerja kolaboratif menggunakan ClickUp Docs.
2. Dorong sesi brainstorming secara rutin
Di bidang kreatif mana pun, sangatlah penting untuk memiliki kebebasan dalam mempelajari tren, bertukar ide dengan rekan-rekan, dan menghasilkan solusi inovatif untuk kebutuhan bisnis.
Untuk memicu kreativitas tim desain Anda, pertimbangkan untuk menjadwalkan ‘Jam Kreatif’ mingguan, di mana mereka dapat mempresentasikan konsep desain, mendiskusikan alat desain web baru, atau portofolio inspiratif yang menurut mereka menarik.
Papan Tulis ClickUp sangat berguna untuk berkolaborasi secara real-time. Lakukan brainstorming, tambahkan catatan dan gambar, serta gabungkan ide-ide terbaik Anda dalam satu kanvas kreatif. Anda dapat menambahkan konteks ke pekerjaan Anda dengan menautkan ke tugas, file, ClickUp Docs, dan lainnya untuk memulai proyek.

Suasana yang mendorong munculnya ide-ide desain yang beragam dapat mempererat ikatan tim dan memfasilitasi kolaborasi.
Gunakan templat desain grafis untuk mengarahkan tim Anda ke arah kreatif yang tepat.
3. Terapkan teknik manajemen proyek yang efisien
Saat mengelola proyek desain, terlepas dari ukurannya, sistem proses yang kokoh dapat memandu tim Anda mulai dari tahap ideasi hingga pelaksanaan dan memastikan tidak ada detail yang terlewatkan.
Tim desain yang efisien menggunakan perangkat lunak kolaborasi desain untuk memantau tenggat waktu, menetapkan tanggung jawab, dan memastikan kelancaran pelaksanaan proyek.

Perangkat Lunak Manajemen Proyek Desain ClickUp menyediakan platform terpusat untuk mengumpulkan dan mengatur permintaan serta prioritas desain, memberikan dan menerima umpan balik desain, serta menyederhanakan alur kerja desain Anda. Perangkat lunak ini juga memberikan gambaran menyeluruh kepada manajer mengenai jadwal dan penugasan tim.
Dapatkan gambaran umum tentang ketersediaan setiap anggota, lihat apa yang sedang dikerjakan masing-masing individu, dan tetapkan prioritas individu maupun tim dalam tim desain Anda.
Hal ini, dikombinasikan dengan pelacakan waktu, laporan sprint, dan tampilan beban kerja, memungkinkan Anda mengeksekusi proyek desain apa pun secara efisien serta mempermudah proses persetujuan dan umpan balik.
4. Sediakan kesempatan belajar dan pengembangan yang berkelanjutan
Desain grafis adalah bidang yang terus berkembang. Dorong tim Anda untuk selalu mengikuti tren desain dan perangkat lunak terbaru dengan memberikan akses ke kursus online, lokakarya, dan webinar, serta dorong mereka untuk mengikuti sertifikasi desain.
Anda dapat menyediakan anggaran pembelajaran dan pengembangan bagi anggota tim untuk mengikuti kursus online dari platform seperti Udemy atau Skillshare, serta memotivasi desainer grafis senior untuk menghadiri seminar kepemimpinan. Atau, adakan lokakarya triwulanan di mana seorang pakar eksternal mengajarkan tim teknik desain atau perangkat lunak baru, seperti alat-alat design thinking.
Selain itu, dorong para desainer Anda untuk menampilkan peningkatan keterampilan dan pencapaian mereka melalui portofolio yang diperbarui. Template Portofolio Desain ClickUp sangat cocok untuk hal ini. Template ini membantu para desainer menyusun proyek-proyek mereka dengan cara yang menarik secara visual.
5. Adakan sesi umpan balik dan evaluasi secara rutin
Jadwalkan sesi tinjauan satu lawan satu dan tim setiap dua minggu sekali untuk memberikan umpan balik mengenai proyek yang sedang berjalan. Proses komunikasi dua arah ini memungkinkan anggota tim untuk menyampaikan pemikiran dan kekhawatiran mereka, membantu menjaga kualitas pekerjaan, serta segera mengatasi hambatan.
Template Tinjauan Desain ClickUp dapat membantu Anda melakukannya secara efisien. Template ini membantu memastikan semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai keputusan desain dan memberikan tim proses yang konsisten untuk mengevaluasi dan menyetujui desain.
Selain itu, adakan pertemuan bulanan secara pribadi untuk membahas kemajuan individu, tujuan karier, dan bantuan pribadi apa pun yang mungkin mereka butuhkan.
Para Desainer Grafis, Siap Memukau di Tahun 2024?
Tahun ini memang menjadi tahun yang menarik bagi dunia desain, seiring dengan pergeseran fokus ke arah orisinalitas dan keunikan merek.
Para desainer dan merek siap untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara inovatif dengan audiens.
Teknologi-teknologi baru seperti AI dan AR/VR akan terus berperan dalam mempercepat inovasi desain dan komunikasi visual yang kompleks.
Rencanakan, laksanakan, dan capai tujuan desain Anda seefisien mungkin dengan alat dan teknik desain terbaru.
Daftar ke ClickUp secara gratis dan jadikan setiap proyek desain Anda sukses!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa saja tren desain grafis teratas untuk tahun 2024?
Tren desain grafis teratas pada tahun 2024 meliputi future fusion, 3D hyper-surrealism, heat mapping, inklusivitas dan aksesibilitas, estetika yang terinspirasi alam, estetika kolase media campuran, retro-futurisme, piksel retro, tipografi eksperimental, dan anti-desain.
2. Apa saja bentuk yang sedang tren pada tahun 2024?
Pada tahun 2024, desain grafis dan para desainer mulai menjauhi bentuk geometris yang kaku dan beralih ke bentuk yang lebih mengalir dan abstrak. Garis lengkung dan bentuk organik mulai menggantikan garis lurus. Ada juga kecenderungan ke arah gambar vektor bernuansa alam dan 3D yang menyerupai objek yang mengembang dengan permukaan lembut dan mengembang, sebagai bentuk penghormatan terhadap tren desain yang berpusat pada teknologi.
![Graphic Design Trends to Set Your Company Apart in [year]](https://clickup.com/blog/wp-content/uploads/2024/03/Graphic-Design-Trends-to-Set-Your-Company-Apart-in-2024.png)




