ClickUp Agile Story Template
Agil

Cara Menghitung Story Points dalam Agile

Katakanlah poin, dan pikiran Anda mungkin langsung terbayang tentang balapan atau permainan. Namun, poin cerita dalam Agile memiliki latar belakang yang berbeda. 😊

Dalam metodologi Agile, user story adalah alat yang andal untuk menggambarkan apa yang ingin dicapai pengguna dengan menggunakan produk. Tujuannya adalah mendorong tim untuk memikirkan bagaimana dan mengapa suatu fitur akan digunakan. Misalnya, untuk tugas menambahkan tombol login ke halaman beranda, user story-nya adalah: Sebagai pengunjung setia, saya ingin dapat login dengan mudah dari halaman beranda agar dapat mengakses akun saya dengan cepat.

Namun, bagaimana cara mengelola dan merencanakan pekerjaan yang terlibat dalam mengimplementasikan cerita-cerita ini? Nah, cara Agile untuk melakukannya adalah dengan menetapkan story points pada cerita-cerita tersebut.

Dalam panduan ini, kami akan membahas seluk-beluk penggunaan story points dalam manajemen proyek Agile, yang mencakup:

  • Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk estimasi story point
  • Kesalahan umum yang harus dihindari selama proses
  • Perangkat lunak yang memudahkan estimasi Agile apa pun

⏰ Ringkasan 60 Detik

  • Story points dalam Agile mengukur upaya, risiko, dan kompleksitas yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah user story
  • Story points membantu tim memprioritaskan dan merencanakan pekerjaan selama sprint, serta memberikan perkiraan relatif mengenai ukuran tugas
  • Perkiraan story point melibatkan pemahaman terhadap upaya yang diperlukan, pemilihan cerita acuan, dan pemilihan skala poin (misalnya, Fibonacci)
  • Metode berbasis konsensus seperti Planning Poker membantu tim mencapai kesepakatan mengenai nilai story point
  • Manfaatnya meliputi perencanaan yang lebih baik, penetapan prioritas, dan perbaikan proses yang berkelanjutan
  • Alat seperti ClickUp mempermudah perkiraan story point serta meningkatkan kolaborasi dan pelacakan tim

Apa Itu Story Points dalam Agile?

Story points adalah satuan pengukuran yang memperkirakan upaya keseluruhan yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah user story dalam product backlog atau alur kerja yang telah direncanakan sebelumnya.

Ini bukanlah metrik kinerja wajib untuk mengikat karyawan atau memaksa manajer mengawasi pengembangan, melainkan sistem poin opsional untuk mengukur ukuran relatif pekerjaan atau risiko yang terlibat dalam menyelesaikan sebuah user story.

Poin-poin tersebut biasanya dihitung tepat sebelum rapat perencanaan sprint. Memperkirakan poin cerita pada tahap ini membantu seluruh tim membuat keputusan yang tepat mengenai cerita mana yang akan diprioritaskan dalam backlog sprint berikutnya. Dalam kebanyakan kasus, tim mengadakan rapat estimasi poin, atau mereka hanya menetapkan nilai pada cerita secara asinkron berdasarkan parameter seperti prioritas dan kapasitas beban kerja.

3 kriteria utama dalam memperkirakan poin cerita Agile

Dalam menentukan berapa banyak story point yang harus diberikan kepada sebuah user story, ada tiga faktor yang membantu tim Agile menilai pekerjaan secara akurat: upaya, risiko, dan kompleksitas.

1. Upaya: Volume dan intensitas pekerjaan yang diperlukan

Upaya mengacu pada jumlah pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan berbagai user story. Proses estimasi relatif mencakup menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Berapa banyak tugas yang terlibat?
  • Persiapan dan kegiatan tindak lanjut apa saja yang harus Anda antisipasi?
  • Berapa banyak usaha yang dibutuhkan untuk setiap tugas dan aktivitas persiapan?

Semakin besar upaya yang diperlukan di seluruh tahap ini, semakin banyak poin yang kemungkinan dimiliki oleh sebuah cerita. Untuk menghitung poin cerita Anda dengan cepat dan konsisten berdasarkan upaya, kompleksitas, dan risiko, gunakan Kalkulator Poin Cerita gratis. Di sini, Anda dapat melakukan perbandingan berdasarkan berapa jam yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diusulkan—misalnya:

  1. Kurang dari 3 jam untuk mendesain karakter game bertema Natal: 0,5 story point
  2. Pekerjaan selama satu hari untuk merancang fitur aplikasi baru: 2 story points

Kesalahan umum saat menghitung story points adalah menganggapnya hanya sebagai ukuran langsung dari waktu. Meskipun perkiraan waktu memberi tahu Anda secara absolut berapa lama suatu tugas akan selesai, perkiraan tersebut tidak memberikan ukuran relatif yang tepat mengenai seberapa menantang suatu tugas dibandingkan dengan tugas-tugas lainnya.

Tingkatkan perencanaan sprint dan pastikan perkiraan Anda tepat dengan Template Poin Cerita Agile ClickUp. Tetap fokus, lacak kemajuan, dan selesaikan tepat waktu setiap saat. Coba sekarang juga!

Kelola poin cerita Agile secara efisien dengan Template Poin Cerita Agile ClickUp

2. Risiko: Ketidakpastian dan hambatan potensial

Kriteria ini melibatkan pertimbangan risiko proses, ketergantungan pada tugas internal atau faktor eksternal, serta hal-hal yang tidak diketahui dalam proses pengembangan. Setiap nilai story point berkontribusi pada skor risiko.

Jadi, cerita berisiko tinggi akan memerlukan lebih banyak poin cerita karena membutuhkan periode penyangga tambahan untuk mengantisipasi tantangan tak terduga yang muncul. Tim Agile dapat menggunakan poin tersebut untuk menolak cerita tertentu atau mengelola dan memitigasi risiko dengan lebih efektif.

3. Kompleksitas: Kesulitan teknis dan kerumitan

Kompleksitas tidak hanya berkaitan dengan seberapa sulit suatu tugas, tetapi juga seberapa rumit dan mendalam solusi yang diperlukan. Hal ini mencakup penggunaan teknologi baru atau yang belum dikenal, kebutuhan untuk mengandalkan solusi inovatif atau yang belum teruji, serta tingkat tantangan intelektual.

Cerita yang lebih kompleks biasanya memerlukan lebih banyak pemikiran, perencanaan, dan pemecahan masalah, yang tercermin dalam nilai story points yang lebih tinggi. 💡

Tips pro: Gunakan Template Backlog dan Sprint ClickUp untuk membantu tim Agile dan Scrum berkontribusi pada perhitungan story points di kanvas bersama. Template ini dilengkapi dengan Daftar Sprint yang sudah jadi, lengkap dengan Bidang Kustom, untuk menyertakan informasi mengenai kriteria berbeda dalam membandingkan story points.

Nikmati tampilan yang terintegrasi dari item backlog Anda dan story point yang sesuai dengan templat yang dirancang dengan cermat ini

Manfaat Menggunakan Story Points dalam Agile

Proses memperkirakan story points melibatkan diskusi dan kesepakatan di antara anggota tim Agile atau Scrum, yang mendorong kolaborasi dan pemahaman bersama mengenai tugas-tugas. Berikut adalah beberapa manfaat penting lainnya:

Cara Menghitung Story Points dalam Agile: 6 Langkah Mudah

Perkiraan story point efektif jika dapat meningkatkan pemahaman yang mendalam tentang pekerjaan dan memungkinkan perencanaan serta prioritas yang lebih baik. Namun, proses menghitung poin dan mengonversinya menjadi jam kerja tidaklah semudah itu.

Untuk memudahkan pekerjaan Anda, kami telah menggabungkan praktik terbaik standar dari metodologi Agile dengan wawasan yang dapat diterapkan untuk menghadirkan enam langkah menghitung Agile story points secara efektif. ✨

Kami juga memiliki video panduan yang memudahkan Anda untuk memahaminya:

Langkah 1: Pahami upaya keseluruhan yang diperlukan untuk setiap user story

Memastikan bahwa tim memahami user stories atau fitur yang perlu diimplementasikan merupakan langkah awal yang penting. Hal ini melibatkan pembahasan mengenai tujuan penyelesaian, persyaratan persiapan, dan tantangan potensial yang terkait dengan user story tersebut.

Agar langkah ini berhasil, Anda harus mengatur komunikasi tim seputar cerita secara produktif dengan bantuan perangkat lunak berkualitas. Kami memiliki solusi yang tepat: ClickUp, platform produktivitas dan kolaborasi all-in-one.

Jadwalkan pertemuan penyempurnaan backlog atau pertemuan penyempurnaan cerita secara rutin menggunakan tampilan Kalender ClickUp, dan manfaatkan sesi ini untuk meninjau dan mendiskusikan cerita secara kolaboratif. Anda dapat membuat dan mengedit detail setiap cerita secara kolaboratif menggunakan ClickUp Docs. Anggota tim dapat berkontribusi secara bersamaan, sehingga proses perkiraan menjadi dinamis dan interaktif.

pengeditan langsung kolaboratif di ClickUp Docs
Atur format dan berkolaborasi dengan mudah di Docs bersama tim tanpa tumpang tindih di ClickUp

Tampilan Obrolan ClickUp memungkinkan diskusi yang lancar baik sebelum maupun sesudah sprint. Untuk tim asinkron, fitur seperti Komentar dan Sebutan dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan dan meminta klarifikasi.

Tampilan Obrolan ClickUp 3.0 yang disederhanakan
Tambahkan anggota tim ke dalam diskusi dan berkolaborasi menggunakan ClickUp Chat dalam satu ruang kerja, serta hindari berpindah-pindah antar aplikasi

Tip: Kini Anda dapat menggunakan generator user story berbasis AI di ClickUp 3.0 untuk membuat user story yang jelas dan konsisten dengan instruksi sederhana serta mempercepat proses perkiraan poin.

Langkah 2: Pilih cerita dasar

Pilih user story yang sederhana dan mudah dipahami sebagai acuan atau titik referensi. Biasanya, seorang manajer proyek atau anggota tim senior akan menetapkan nilai, seringkali satu story point, yang akan berfungsi sebagai skala perbandingan untuk user story lainnya.

Bagi sebagian besar tim Agile, menggunakan satu cerita acuan membuat prosesnya tetap sederhana. Namun, beberapa tim lebih memilih menggunakan beberapa cerita acuan untuk estimasi relatif yang lebih akurat, terutama ketika proyek mencakup berbagai jenis tugas. Setiap cerita acuan dapat mewakili kategori tugas atau tingkat kompleksitas yang berbeda, sehingga memberikan kerangka kerja yang lebih mendetail untuk estimasi.

ClickUp menyediakan banyak alat untuk mengatur dan membandingkan cerita dasar. Gunakan Bidang Kustom untuk menetapkan dan menampilkan parameter pengukuran untuk setiap cerita dasar. Anda bahkan dapat mengubah cerita tersebut menjadi tugas dan membandingkannya di tampilan Papan ClickUp. Tujuannya adalah untuk meninjau nilai-nilai relatif atau tuntutan ini secara sekilas dalam hal kompleksitas, upaya, dan risiko.

Tampilan Papan ClickUp 3.0 yang Disederhanakan
Pantau tugas dan proyek dalam satu tampilan, serta seret dan lepas tugas, urutkan, dan saring dengan mudah menggunakan tampilan Kanban Board yang sepenuhnya dapat disesuaikan

Langkah 3: Tentukan metode urutan sebelum menetapkan nilai numerik yang sebenarnya

Setelah Anda memiliki cerita dasar, diskusikan berapa banyak poin cerita yang akan digunakan untuk tingkat upaya yang berbeda. Anda dapat menerapkan urutan berikut:

  • Skala linier: 1, 2, 3, 4, 5, 6…
  • Skala Fibonacci: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13…

Banyak tim menggunakan deret Fibonacci untuk menetapkan story points, di mana setiap poin mewakili jumlah dari dua angka sebelumnya. Dibandingkan dengan sistem poin linier, deret ini lebih mencerminkan ketidakpastian yang melekat pada cerita yang lebih besar—semakin besar ceritanya, semakin besar ketidakpastiannya, sehingga semakin besar pula lonjakan poinnya. Angka 1–8 umumnya digunakan untuk tugas-tugas yang spesifik, sedangkan 13, 21, 34, 55, dan seterusnya dapat digunakan untuk tugas-tugas dengan cakupan yang lebih luas.

Tip: Gunakan tampilan Tabel ClickUp untuk mencatat poin untuk setiap user story dalam kanvas yang mirip spreadsheet. Anda dapat menerapkan kode warna agar perbandingannya cepat dan menarik.

Menambahkan poin cerita di ClickUp
Buat tampilan perbandingan poin cerita, lengkap dengan penanggung jawab dan tingkat kompleksitas yang ditandai dengan warna

Ingatlah untuk tetap sederhana! Terlalu memikirkan poin cerita atau membuat proses perkiraan terlalu detail pada tahap ini dapat memperlambat Anda. Usahakan untuk menyederhanakan dan jangan membuatnya terlalu rumit.

Langkah 4: Mencatat kesepakatan tim

Gunakan teknik perkiraan berbasis konsensus—seperti Planning Poker. Dalam metode ini, seorang anggota tim senior menggunakan setumpuk kartu yang angka-angkanya mewakili story points, dan setiap anggota tim junior memilih kartu yang mewakili perkiraan mereka untuk cerita tersebut.

Semua anggota tim secara bersamaan memperlihatkan kartu yang mereka pilih. Jika terdapat perbedaan yang signifikan dalam perkiraan, para peserta mendiskusikan alasan mereka, setelah itu mereka merevisi perkiraan mereka dan memilih kartu baru. Proses ini diulangi hingga tim mencapai kesepakatan atau perkiraan yang mendekati.

Papan Tulis ClickUp menawarkan platform yang sangat baik untuk melakukan perkiraan story point secara real-time, terutama bagi tim jarak jauh. Gunakan kanvas tak terbatas untuk membuat matriks perkiraan story point, dan anggota tim dapat menampilkan “kartu” virtual mereka dengan menambahkan catatan tempel yang berisi perkiraan poin mereka. Mereka dapat menambahkan komentar, mengajukan pertanyaan, atau memberikan detail tambahan untuk mendukung perkiraan mereka.

Papan Tulis ClickUp untuk Manajemen Proyek yang Efektif
Diskusikan story points bersama tim Anda secara real-time di papan tulis ClickUp yang mudah digunakan

Langkah 5: Catat perkiraan story point

Setelah konsensus tercapai, catat story points untuk setiap user story. Di ClickUp, Anda dapat menggunakan Sprint Points untuk menetapkan poin pada cerita dan merencanakan apa yang dapat dicapai tim selama sprint. Tambahkan poin tersebut ke tugas mana pun, atau bahkan bagi-bagi di antara beberapa penugas!

Anda mungkin juga ingin menggunakan kartu Sprint untuk membuat dasbor khusus yang memberikan gambaran umum tentang kemajuan sprint, kinerja tim, dan distribusi beban kerja berdasarkan pelacakan poin cerita. Pilihan favorit kami meliputi:

  • Kartu kecepatan menunjukkan jumlah story point yang diselesaikan pada sprint-sprint sebelumnya. Kecepatan tim memberikan perspektif historis untuk membantu manajer proyek memperkirakan kapasitas sprint di masa depan
  • Kartu burndown menampilkan pekerjaan yang tersisa dibandingkan dengan waktu yang tersisa dalam sprint. Hal ini membantu tim memantau apakah mereka berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan komitmen sprint mereka berdasarkan story points yang ditetapkan pada tugas-tugas.
  • Kartu burn-up melacak total pekerjaan yang telah diselesaikan dibandingkan dengan total pekerjaan yang direncanakan untuk sprint, yang diwakili dalam story points. Hal ini dapat berguna untuk memvisualisasikan kemajuan dan perubahan cakupan.
Contoh Kartu Burnup di Dasbor ClickUp
Lacak kemajuan dan visualisasikan tonggak pencapaian dengan Burnup Cards di ClickUp Dashboards

📮ClickUp Insight: 92% pekerja menggunakan metode yang tidak konsisten untuk melacak item tindakan, yang mengakibatkan keputusan terlewatkan dan pelaksanaan tertunda.

Baik Anda mengirim catatan tindak lanjut atau menggunakan spreadsheet, prosesnya sering kali terpisah-pisah dan tidak efisien. Solusi Manajemen Tugas ClickUp memastikan konversi percakapan menjadi tugas secara mulus—sehingga tim Anda dapat bertindak cepat dan tetap selaras.

Langkah 6: Perbaiki perkiraan story point berdasarkan pengalaman

Seiring tim menyelesaikan lebih banyak sprint dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kapasitas kerja mereka serta kompleksitas berbagai jenis cerita, mereka berada dalam posisi yang lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terlalu tinggi atau terlalu rendah perkiraannya dan mengapa, serta belajar dari ketidaksesuaian tersebut. Manajer proyek harus bersedia untuk meninjau kembali dan menyesuaikan poin cerita seiring mereka memperoleh wawasan lebih lanjut atau jika persyaratan proyek secara keseluruhan berubah.

Namun, meninjau perkiraan sebelumnya dan mencatat ketidaksesuaiannya bisa memakan waktu. Untungnya, Anda dapat mengatur ClickUp Automations untuk secara otomatis menandai semua tugas yang perkiraannya jauh meleset agar dapat ditinjau lebih lanjut.

Selain itu, ClickUp Goals memungkinkan tim untuk menetapkan tujuan spesifik, melacak kemajuan, dan tetap selaras dengan upaya perbaikan. Misalnya, Anda dapat menetapkan tujuan untuk meningkatkan korelasi antara perkiraan dan upaya aktual yang diperlukan sebesar persentase tertentu.

Fitur Tujuan ClickUp
Lacak tujuan Anda hingga ke KPI yang paling penting dan dapatkan secara otomatis gambaran terperinci mengenai kemajuan Anda

Fitur pelaporan bawaan ClickUp juga dapat membantu tim menilai apakah mereka berhasil meningkatkan proses perkiraan mereka dari waktu ke waktu.

Percepat alur kerja Agile Anda dengan ClickUp Brain, asisten AI bawaan ClickUp

3 Tantangan yang Harus Diatasi untuk Perkiraan Poin Cerita Agile yang Lebih Akurat

Proses transisi dari penanganan product backlog secara tradisional ke perkiraan story points dalam Agile merupakan tantangan tersendiri. Ditambah dengan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan psikologi manusia dan budaya organisasi, Anda akan menghadapi masalah yang nyata. Berikut adalah tiga tantangan umum dan cara mengatasinya:

1. Preferensi untuk perkiraan berbasis waktu

Tim yang beralih dari perkiraan berbasis waktu tradisional ke perkiraan story point sering kali mengalami kesulitan. Ada kecenderungan untuk memandang nilai story point dalam hal waktu—misalnya, menyamakan satu story point dengan berapa jam atau hari yang dibutuhkan—yang justru bertentangan dengan tujuan dari satuan yang lebih abstrak ini.

Solusi

Perkiraan berbasis waktu telah mendarah daging dalam banyak budaya dan praktik organisasi. Mengubah hal ini tidak hanya memerlukan pembelajaran teknik baru, tetapi juga perubahan mendasar dalam cara memandang pekerjaan dan produktivitas.

Pada awalnya, gabungkan perkiraan waktu dengan story points untuk membantu tim Anda beradaptasi, kemudian secara bertahap hentikan penggunaan perkiraan waktu seiring tim menjadi lebih terbiasa dengan story points.

2. Efek jangkar dan bias konfirmasi

Kecenderungan psikologis juga dapat memengaruhi proses perkiraan:

  • Anchoring terjadi ketika seseorang terlalu bergantung pada informasi awal, yang disebut anchor, saat mengambil keputusan—misalnya, perkiraan pertama yang diungkapkan dapat memengaruhi anggota tim lainnya secara berlebihan, sehingga menghasilkan hasil yang tidak akurat ⚓
  • Kecenderungan konfirmasi dapat membuat anggota tim cenderung setuju dengan perkiraan yang mengonfirmasi prasangka mereka, yang belum tentu benar

Solusi

Kesadaran adalah langkah pertama dalam mengurangi bias psikologis dan dampaknya. Mintalah anggota tim untuk mencatat perkiraan mereka secara mandiri sebelum membagikannya, atau terapkan secara ketat aturan untuk membuka kartu secara bersamaan dengan orang lain dalam Planning Poker guna mengurangi pengaruh pendapat yang telah diungkapkan.

3. Tekanan untuk menyesuaikan diri

Dalam lingkungan tim, seringkali terdapat tekanan implisit untuk menyesuaikan diri dengan pendapat mayoritas atau pandangan anggota tim yang lebih dominan atau senior. Hal ini dapat menghambat pendapat individu, yang berujung pada perkiraan yang kurang akurat atau jujur, terutama di lingkungan di mana ketidaksepakatan tidak didorong dan keharmonisan serta konsensus terlalu diutamakan.

Solusi

Ciptakan lingkungan di mana anggota tim merasa nyaman mendiskusikan alasan mereka tanpa takut akan penilaian atau konflik. Carilah dan pertimbangkan sudut pandang yang berbeda secara aktif, terutama dari anggota tim yang mungkin memiliki perspektif atau latar belakang yang berbeda. Perkiraan kolaboratif, di mana semua anggota tim berkontribusi, adalah kunci.

Memahami Story Points dan Proyek Agile

Jika Anda sedang beralih ke estimasi story point, lakukan dengan benar menggunakan ClickUp. 🌸

Platform ini dilengkapi dengan serangkaian fitur lengkap untuk mengelola proyek dan sprint Agile. Misalnya, Tugas, subtugas, dan daftar periksa menyediakan struktur hierarkis untuk mengatur pekerjaan, yang sangat penting untuk semua teknik perkiraan story point. Begini caranya:

  1. Tugas ClickUp mewakili unit kerja individu, yang dapat disamakan dengan cerita atau fitur dalam metodologi manajemen proyek Agile
  2. Subtugas memungkinkan Anda memecah tugas yang kompleks menjadi komponen yang lebih rinci, sehingga memudahkan pengelolaan dan perkiraan pekerjaan yang lebih terperinci
  3. Daftar periksa dalam tugas atau subtugas memungkinkan Anda mencantumkan kriteria penerimaan untuk story points. Anda juga dapat menambahkan tindakan yang harus dilakukan untuk memberikan langkah-langkah yang jelas guna menyelesaikan tugas dan memastikan tidak ada aspek tugas yang terlewatkan ✅
ClickUp 3.0: Menetapkan Poin Sprint pada Tugas
Tambahkan poin sprint dalam tugas ClickUp untuk menjaga proyek tetap berjalan

ClickUp menawarkan puluhan templat Agile yang telah dikonfigurasi sebelumnya agar sesuai dengan alur kerja umum dalam metodologi ini. Templat-templat ini mencakup struktur yang telah ditetapkan dan selaras dengan praktik-praktik Agile seperti perencanaan sprint, penyempurnaan backlog, dan rapat harian.

Template dapat mempercepat proses penyiapan proyek Agile baru, memastikan bahwa praktik terbaik diikuti dan tim dapat segera mulai bekerja dengan struktur yang sudah dikenal. Misalnya, Template Cerita Agile ClickUp yang gratis membantu Anda membuat dan mengelola cerita pengguna dengan mudah dalam kerangka kerja Agile, sehingga mengurangi beban kerja administratif bagi pemimpin tim.

Template Cerita Agile dirancang untuk membantu tim Anda menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan yang lebih besar demi efektivitas maksimal

Dari Cerita Menuju Kesuksesan: Hitung Poin Cerita dalam Agile dengan ClickUp

Mengembangkan ide dan menerapkan story points dalam Agile menjadi mudah dengan ClickUp. Platform ini membantu mengorganisir metodologi Agile dengan menyediakan kerangka kerja intuitif untuk mengelola cerita dan story points, mendukung perencanaan sprint yang efektif, serta meningkatkan kolaborasi tim.

Lakukan sprint berikutnya dengan cara ClickUp dan rasakan perbedaannya sendiri. 🥰

Daftar ke ClickUp sekarang dan coba gratis!